Kisah Nenek 117 Tahun masih Kuat Bekerja, Lihat Videonya

Nenek 117 tahun mbah suparti
Nenek 117 tahun, Mbah Suparti. Foto Radar Jogja

Video nenek 117 tahun masih enerjik bekerja viral di media sosial sejak beberapa hari terakhir. Sosok nenek 117 tahun tersebut yakni Mbah Suparti, warga Padukuhan Sandang, Tanjungharjo, Nanggulan, Kulonprogo, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.

Hendri Utomo, KULONPROGO

Hidup sehat itu pilihan. Namun, umur panjang di tangan Tuhan. Mbah Suparni sadar jika setiap agama menganjurkan umat selalu berdoa supaya diberi umur panjang. Itu tentu saja harus diimbangi dengan pola hidup sehat. Kisah Mbah Suparni cukup menarik untuk disimak. Bahkan menjadi teladan generasi muda sekarang.

Mbah Suparni tidak pernah mengeluh dan tak mau mengeluh dengan keadaannya. meski telah renta, daya tahan tubuh Mbah Suparni bisa dibilang luar biasa untuk orang seumurannya. Penglihatan dan pendengarannya tak banyak gangguan. Diajak ngobrol pun tetap “nyambung”. Tubuhnya juga masih mumpuni untuk mengerjakan semua hal dan kebutuhan sehari-hari. Termasuk dalam urusan mencukupi nafkah hidup.


Tangan Mbah Suparni seolah tidak pernah berhenti, cekatan mengerjakan apa saja. Seperti kemarin (5/7), dia tampak sibuk membuat tali tambang dari daun pandan (tampar). Saat tak membuat tampar, Mbah Suparni jualan jamu tradisional dan kain selendang keliling desa.

“Damel tampar ngeten niki namung kangge samben, awan kula ider sandangan kalian jamu (membuat tali hanya kerja sambilan, siang saya jualan keliling, Red),” ucapnya, seperti dilansir Radar Jogja (Jawa Pos Grup/pojoksatu.id).

Seolah tidak ada sedikit pun waktu untuk bermalas-malasan. Selesai jualan jamu Mbah Suparni kembali sibuk memilin tali tampar, yang dalam istilah warga Kulonprogo disebut ngleles. Malam harinya masih memilin tali untuk ngecrek (memilin tali menjadi bentuk yang lebih besar, Red).

Tali tampar siap pakai kemudian disetorkan kepada pengepul untuk bahan baku kerajinan tas dan sejenisnya. Dia mendapat upah Rp 7 ribu per kilogramnya. Setiap hari, Mbah Suparni mampu membuat tali tampar sepanjang 20 meter. Atau setara dengan satu kilogram bahan. Suparni memang tak ingat pasti kapan tanggal, bulan, dan tahun kelahirannya.

Tapi, dia meyakini saat ini berumur 117 tahun. Menurutnya, itu berdasarkan dokumen kependudukan miliknya, seperti kartu tanda penduduk (KTP) maupun kartu keluarga. Meski dokumen tersebut tak dipegangnya sendiri.

“Adik kulo sing ngopeni surat-surat (identitas kependudukan/kelahiran). Dulu sewaktu pindah dari Purworejo ke Kulonprogo, surat-surat itu tidak saya bawa ke sini,” jelasnya.