Dedi Mulyadi Merenung di Gua Hira, Ini yang Didapat

Dedi Mulyadi di Gua Hira
Dedi Mulyadi shalat sunat di Gua Hira

POJOKSATU.id, PURWAKARTA- Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi menyempatkan berkunjung ke tempat-tempat bersejarah dalam peradaban Islam di Arab Saudi sebelum kembali ke Tanah Air.

Salah satu tempat bersejarah yang dikunjungi Dedi Mulyadi yakni Gua Hira, tempat Nabi Muhammad SAW  ber-tahannuts (kontemplasi) dan menerima wahyu pertama. Dedi mengaku merasakan refleksi nyata dari perjuangan Nabi dan Rasul terakhir itu dalam membangun peradaban Islam.

Untuk mencapai gua yang hanya bisa digunakan untuk satu orang tersebut, dibutuhkan waktu kurang lebih 2 jam mendaki jalan dengan kontur perbukitan di bukit yang dikenal dengan nama Jabal Nuur itu.

Melalui sambungan telepon, Dedi Mulyadi mengatakan dirinya mendapatkan tiga hikmah saat menjalani perenungan di dalam gua tersebut.


Dedi berujar, Gua Hira merupakan tempat yang menjadi awal dari sistematika ajaran Islam. Karena fakta sejarah mengatakan, di tempat inilah Rasulullah SAW menerima wahyu pertama berupa Surat al ‘Alaq ayat 1–5.

“Sistematika ajaran Islam itu berawal dari sini, diturunkan melalui Surat al ‘Alaq,” singkat Dedi.

Dedi yang berkunjung ke Gua Hira dengan mengenakan pakaian khas Sunda lengkap dengan iketnya itu pun menegaskan, turunnya wahyu pertama kepada Nabi Muhammad SAW menjadi momentum kebangkitan Ilmu Pengetahuan bagi umat manusia.

“Perintahnya Iqra, bacalah. Ini perintah untuk menggali Ilmu Pengetahuan dengan metodologi membaca,” lanjutnya.