KH Ma’ruf Amin Nilai Dedi Mulyadi Layak Jadi Gubernur Jabar, Ini Alasannya

Dedi Mulyadi bersama KH Ma'ruf Amin
Dedi Mulyadi (kanan) bersama KH Ma'ruf Amin

POJOKSATU.id, PURWAKARTA- Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Ma’ruf Amin menilai Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi layak menjadi Gubernur Jawa Barat (Jabar) menggantikan Ahmad Heryawan pada Tahun 2018 mendatang.

KH Ma’ruf Amin mengatakan, Dedi Mulyadi memiliki gagasan dan program yang nyata. Kemanfaatan program tersebut sudah dirasakan oleh mayarakat di Kabupaten Purwakarta.

Hal ini disampaikan oleh Rais ‘Aam PBNU tersebut di sela kegiatan Istighotsah Kubro sekaligus Peletakan Batu Pertama Mesjid Raya Cilodong di Jalan Raya Bungursari Purwakarta pada Jum’at (12/5) lalu.

“Saya bilang kalau Pak Dedi ini layak, dia sudah punya syarat-syaratnya, pengalaman 10 Tahun membangun desa dan kota secara seimbang, secara budaya juga secara fisik, berhasil menyatukan potensi umat, bersilaturahmi dengan ulama, membangun kemajemukan, sarana ibadah. Ini yang membuatnya cocok menjadi Gubernur Jawa Barat,” ungkap Kiai Ma’ruf.


Selain itu, masih menurut Kiai Ma’ruf, Dedi Mulyadi merupakan sosok yang visioner, progresif dan responsif memberikan solusi kepada masyarakat atas berbagai kesulitan yang mereka dera selama ini.

Sikap humanis yang ditunjukan oleh Dedi dalam melakukan pelayanan publik pun turut menjadi credit point yang mencuri perhatian Kiai Ma’ruf.

“Dedi ini sangat humanis, menyayangi masyarakat dengan hati sehingga masyarakat pun memberikan timbal balik kepadanya dengan respon luar biasa kalau dikunjungi Bupatinya,” ungkapnya.

Seluruh penilaian ini, tambah Kiai Ma’ruf, sama sekali bukan atas dasar katanya. Ia mengaku melihat secara langsung keberhasilan kepemimpinan Dedi Mulyadi di Purwakarta selama ini.

Berdasarkan pengetahuan yang ia miliki, pelayanan kesehatan misalnya, tidak sulit diperoleh oleh warga Purwakarta. Warga cukup mengirimkan SMS ke SMS Center 08121297775, untuk dijemput oleh ambulance agar memperoleh pelayanan kesehatan di Rumah Sakit secara gratis.

“Pelayanan kesehatan di Purwakarta sudah bagus, jalan mulus sampai pembangunan air mancur. DKI Jakarta saja yang APBD-nya besar belum tentu bisa membangun air mancur seperti di sini,” pungkasnya.

(*/pojoksatu)