Ini Kata Yusril Soal Penahanan Ahok

POJOKSATU.id, JAKARTA– Basuki Tjahaja Purnama akhirnya divonis dua tahun kurungan penjara. Hal itu dilakukan karena menurut majelis hakim, Ahok, sapaan Basuki, terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan penodaan agama terkait Surah Al-Maidah, melanggar Pasal 156a KUHP.

Tidak sampai disitu itu, Hakim Ketua Dwiarso Budi Santiarto juga memerintahkan agar Ahok dimasukkan ke dalam tahanan, yang harus dilaksanakan oleh jaksa penuntut umum.

Hukuman dua tahun penjara yang dijatuhkan oleh Majelis Hakim memang lebih berat ketimbang tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yakni satu tahun kurungan penjara dengan masa percobaan dua tahun.

Menanggapi hal ini, Pakar Hukum Tata Negara Prof. Dr. Yusril Ihza Mahendra mengatakan vonis yang diberikan Majelis Hakim kepada Ahok bisa lebih berat daripada tuntutan JPU.


Itu lantaran Hakim beralasan bahwa mereka bertugas untuk menegakkan hukum dan keadilan. Karena itu, rasa keadilanlah yang dikedepankan, bukan sekedar tuntutan jaksa yang dibacakan di persidangan.

“Seperti saya katakan dua minggu yang lalu, hakim bisa saja menghukum Ahok lebih berat dari tuntutan jaksa. Vonis seperti itu disebut vonis ultra petita,” ungkap Yusril, Rabu (10/5).

“Hakim beralasan bahwa mereka bertugas untuk menegakkan hukum dan keadilan. Karena itu, rasa keadilanlah yang dikedepankan, bukan sekedar tuntutan jaksa yang dibacakan di persidangan,” sambungnya.