Terungkap! Ini Hasil Tes Kejiwaan Tersangka Pesta Gay

Andrias saat diperiksa di Polrestabes Surabaya (Dida Tenola/Jawa Pos)

Ketiga, lanjut dia, kelainan orientasi seksual dimulai sejak remaja dan ada yang sejak kuliah.

Lalu, para tersangka memiliki kecenderungan bergabung dalam komunitas gay karena pengaruh materi.

“Kelima, mereka rata-rata menyembunyikan kelainan orientasi seksualnya dari keluarga,” kata dia.

Selain kepada keluarga, lanjut Shinto, sebagian tersangka juga menyembunyikan penyimpangan seksualnya kepada rekan-rekannya.


Hal ini karena para tersangka malu akan kelainannya itu.

“Kemudian, salah satu tersangka terjerat lebih jauh menjadi gay karena merasa tertipu oleh kakak kelasnya di masa kuliah dan ditinggalkan begitu saja setelah melakukan persetubuhan sejenis pertama kali,” tuturnya.

“Beberapa tersangka juga merasa bersalah dan menyesal telah membuat malu dan mengecewakan orang tua dan keluarga karena perkara ini,” imbuh Shinto.

 

 

(Mg4/jpnn/pojoksatu)