Yoga: Baiknya Negara Biayai Partai Biar Mengurangi Korupsi

KPU Sulsel
ilustrasi bendera partai politik

POJOKSATU.id, JAKARTA – Maraknya budaya korupsi di Partai Politik kembali mencuat setelah kasus dugaan korupsi KTP elektronik (KTP-el) masuk di meja hijau. Adapun akar korupsi yang parah terjadi di parlemen disebut-sebut lantaran dana pembuatan parpol yang selangit.

Politikus Partai Amanat Nasional (PAN), Viva Yoga Mauladi kembali menyingung isu pembiayaan parpol oleh negara. Dia menganggap bisa saja korupsi diselesaikan dengan sistem pembiayaan partai dari negara.

“Kalau partai politik dibiaya oleh negara mungkin tidak akan bisa disandra oleh kepentingan politik lainnya. Jadi, portai politik harus dinaikkan subsidinya setiap partai. Ini bertujuan untuk mengurangi niat jahat korupsi,” kata Yoga di Hotel Puri Denpasar, Jakarta Selatan, Senin (24/4).

Yoga membandingkan dengan negara Meksiko yang negaranya memberikan dana ke partai dengan jumlah yang besar.

Sementara itu kata Yoga, di Indonesia memang sejauh ini setiap partai mendapat subsidi dari negara tapi nilainya itu tidak seberapa.


“Di Meksiko setiap partai itu mendapat subsidi dari negara 30 persen. Sementara di Indonesia disubsidi 1,3 persen oleh nengara,” pungkasnya.

Diungkapkannya, untuk partai PAN  saja hanya mendapat Rp 677 juta per tahun dan itu disesuaikan dengan hak pemilih setiap partai.  “Ya kalau partai besar mungkin dapatnya besar,” sambungnya. (fir/pojoksatu)