Bupati Purwakarta Cium Tangan Nenek 83 Tahun yang Digugat Anaknya Rp 1,8 Miliar

Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi cium tangan Siti Rokayah
Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi cium tangan Siti Rokayah

POJOKSATU.id, GARUT- Kasus nenek 83 tahun, Siti Rokayah yang digugat anak kandung dan menantunya senilai Rp 1,8 miliar mendapat perhatian Dedi Mulyadi.

Dedi Mulyadi telah mengunjungi rumah Siti Rokayah di Kelurahan Muara Sanding, Kabupaten Garut, Garut Jawa Barat. Saat bertemu, Bupati Purwakarta tak segan mencium tangan Siti Rokayah.

Melihat perlakuan istimewa Dedi Mulyadi, Siti Rokayah dan keluarga langsung meminta bantuan kepada Ketua DPD Golkar Jawa Barat tersebut.

Siti Rokayah meminta Dedi Mulyadi sebagai kuasa atas kasus yang membelitnya di Pengadilan. Permintaan itu pun langsung diiyakan Dedi Mulyadi.


Setelah setuju menjadi kuasa, keluarga Siti Rokayah atau akrab disapa Mak Amih mengucapkan terima kasih kepada Dedi Mulyadi.

Mereka berharap pria yang juga budayawan Sunda tersebut dapat mengupayakan jalan ishlah agar silaturahmi internal keluarga tetap terjalin.

“Setelah saudara kami yang menuntut ibu itu mendengar bahwa Kang Dedi akan menjadi kuasa, sepertinya dia ketakutan. Sudah ramai juga di media kan, kami berharap Kang Dedi bisa mengupayakan ishlah,” jelas Asep Yana (53), menantu Mak Amih dari anak bungsunya, Leni Nuraeni (43).

Asep pun menceritakan ihwal mediasi yang pernah dijalani oleh Ibu dengan saudaranya, Yani beserta suami Yani, Haryanto.

Dedi Mulyadi cium tangan Siti Rokayah 1
Dedi Mulyadi silaturrahmi dengan Siti Rokayah, nenek 83 tahun yang digugat anak kandung dan menantu Rp1,8 miliar.

Keluarganya sudah bersepakat untuk membayarkan uang sebesar Rp120 Juta. Meski sebelumnya nilai hutang yang diatasnamakan Ibunya itu hanya Rp20 Juta.

“Kami sudah sepakat, mau dibayar Rp120 Juta. Tapi saudara saya itu tetap keukeuh, sempat tuntutannya turun menjadi setengah dari Rp1,8 Miliar, tapi kan kami tidak mampu membayar,” tandas Asep.