Begini Kesaksian Soal Duit E-KTP Akhirnya Diusulkan Pakai APBN Hingga Rugi Miliaran

kasus E-KTP
Kasus korupsi proyek E-KTP pakai APBN/ilustrasi

POJOKSATU.id, JAKARTA – Siapa yang menginginkan pembiayaan proyek e-KTP menggunakan APBN akhirnya terungkap.

Bekas Wakil Ketua Komisi II DPR Teguh Juwarno dan Taufiq Effendy mengakui bahwa komisinya yang menginginkan proyek e-KTP menggunakan rupiah murni.

Hanya saja, Teguh mengklaim tidak ingat siapa anggota Komisi II DPR yang saat itu mengusulkan ketika rapat dengan Kemendagri.

“Tapi, pembahasan saat itu arahnya menggunakan rupiah murni,” ujar Teguh saat bersaksi untuk terdakwa Irman dan Sugiharto dalam sidang di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (23/3).


Dia mengatakan, pernah saat rapat kerja dengan Kemendagri hampir seluruh anggota Komisi II DPR menyepakati menggunakan dana dalam negeri.

Sebab, kata dia, proyek terkait data kependudukan sangat penting sehingga harus menggunakan anggaran yang bersumber dari dalam negeri atau APBN.

“Saya tidak ingat siapa yang menyarankan tapi komisi arahnya demikian karena waktu itu muncul pembahasan bersama jadi kami lebih melihat aspek keamanan,” katanya.

Karenanya, disepakati untuk anggaran proyek itu tidak meminjam ke luar negeri.

“Karena dikhawatirkan akan mengancam aspek keamanan dan kerahasiaan negara,” jelasnya.

Dalam persidangan sebelumnya, mantan Mendagri Gamawan Fauzi membantah dia yang mengusulkan sumber pembiayaan proyek KTP elektronik itu dari APBN.

Dia mengatakan, yang meminta agar proyek ini didanai APBN adalah DPR dan Mendagri sebelumnya yakni Mardiyanto.

 

(boy/jpnn/pojoksatu)