Anak Perempuan Patmi Petani Kendeng Angkat Bicara, “Ibu Berjuang Untuk Membela….”

Patmi, Petani Kendeng mengecor kakinya dengan semen.
Petani Kendeng mengecor kakinya dengan semen.

POJOKSATU.id, JAKARTA – Patmi Petani Kendeng meninggal setelah melakukan aksi protes di depan Istana dengan mengecor kakinya.

Menurut anak perempuannya, Sri Utami (29), ibunya memang pamit untuk ikut aksi dan berharap presiden Jokowi bisa membantunya.

Keikhlasan itu disampaikan Sri lewat rekaman yang diputar di kantor Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), Jakarta Pusat, Selasa (21/3).

Untuk diketahui, Patmi petani Kendeng meninggalkan dua anak, yakni Sri dan Muhamadun Da’iman (21).


“Ya, memang Ibu (Patmi) berangkat tidak ada paksaan, juga sudah berpamitan dengan keluarga, dari keluarga juga sudah mengizinkan,” ujar Sri.

Ibunya, kata Sri juga menyampaikan akan berangkat ke Jakarta untuk memperjuangkan kelanjutan kehidupan anak-cucunya kelak di istana presiden.

“Ibu menyampaikan bahwa pamit untuk berjuang membela anak-cucu, membela tanah air sendiri,” ujar Sri.

Atas dasar nasehat yang dalam itulah, Sri dan keluarganya di kampung pun siap dengan segala resiko yang akan dihadapi oleh sang ibu.

“Seumpama ada apa-apa itu sudah menjadi kehendak Yang Membuat Hidup, kehendak Gusti Allah. Saya ya Insya Allah bisa menerima. Mau bagaimana lagi? Takdirnya begitu. Ya semoga saja, keluarga yang ditinggal ini diberi ketabahan,” tambah Sri

Untuk diketahui, usai melangsungkan aksinya, Patmi melakukan cek kesehatan dan sempat dibawa ke Rumah Sakit Saint Carolus, Salemba, Jakarta Pusat sekitar pukul 02:30, Selasa (21/3) dini hari. Namun saat itu Patmi sempat dinyatakan sehat.

Setelah dinyatakan sehat, Patmi sempat mengeluh mengenai kondisi tubuhnya. Bahkan, Patmi sempat mengalami kejang-kejang dan muntah, terutama setelah mandi. Dokter yang sedang mendampingi dan bertugas segera membawa Patmi ke Rumah Sakit Saint Carolus.

Menjelang sampai di Rumah Sakit Saint Carolua, dokter mendapati bahwa Patmi meninggal dunia. Pihak RS St Carolus menyatakan bahwa Patmi meninggal mendadak sekitar Pukul 02.55 WIB dengan dugaan penyakit jantung.

 

(san/rmol/pojoksatu)