Membongkar Jejak Andi Narogong Makelar Kasus Korupsi Proyek E-KTP, Ternyata Kantornya….

Ilustrasi

POJOKSATU.id, JAKARTA – Kasus korupsi proyek E-KTP bukan hanya menyeret nama-nama besar yang diduga bakal terseret kasus suap serupa.

Kasus korupsi proyek E-KTP juga mengungkap nama-nama yang bermain sebagai makelar antara swasta dan pejabat negara.

Salah satu nama yang disebut dalam dakwaan adalah Andi Agustinus alias Andi Narogong berulang kali muncul pada sidang dakwaan kasus dugaan korupsi e-KTP, Kamis (10/3/2017).

Padahal Andi Narogong tidak terlibat secara langsung dalam mega proyek dengan total anggaran mencapai Rp 5,9 triliun itu.


Dalam pembacaan dakwaan Andi punya peran besar membagikan uang kepada sejumlah pejabat di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).

Bahkan, kantor Andi Narogong di Komplek Graha Mas Fatmawati, Jakarta Selatan disebut sebagai lokasi pertemuan untuk mengatur skema korupsi e-KTP.

Kantor Andi Narogong itu berada di ruko blok A nomor 33 – 35 di komplek tersebut.

Dalam data Direktorat Jenderal Adminitrasi Hukum Umum Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Dirjen AHU Kemenkumham) alamat itu digunakan sebagai kantor oleh PT Cahaya Wijaya Kusama. Perusahaan yang tidak lain adalah milik Andi.

Alamat dan nama perusahaan itu serupa dengan yang disebutkan mantan Bendahara Partai Demokrat Muhammad Nazaruddin empat tahun lalu.

Namun logo dan nama yang tertera di ruko pun bukan lagi PT Cahaya Wijaya Kusuma, melainkan PT Mitra Buana Maju.

Alamat dan nama perusahaan itu juga terdaftar di Dirjen AHU Kemenkumham. Hanya saja PT Cahaya Wijaya Kusuma terdaftar pada ruko nomor 35, sedangkan PT Mitra Buana Maju pada ruko nomor 33.

Ketika bertanya kepada pengelola komplek ruko tersebut, mereka mengaku PT Cahaya Wijaya Kusuma memang pernah mengisi ruko blok A nomor 33 – 35. Namun sudah lama pindah.

”Sekarang diisi yang baru,” ungkap salah seorang pegawai pengelola Komplek Graha Mas Fatmawati yang enggan menyebut nama.

Menurut dia ruko tersebut sudah dibeli oleh PT Mitra Inti Medika. Namun, sampai saat ini belum ditempati.

(sta/jpnn/pojoksatu)