Ini Foto Mobil Mewah dan Moge Pandawa yang Disita Polisi

Mobil Pandawa Grup disita polisi
Mobil Pandawa Grup disita polisi. (Firdausi/pojoksatu)

POJOKSATU.id, JAKARTA – Penyidik Polda Metro Jaya telah menyita sejumlah aset bos Pandawa Mandiri Group, Saman Nuryanto, tersangka dugaan penipuan dan penggelapan investasi fiktif.

Aset tersebut berupa sejumlah rumah, puluhan mobil mewah, dan motor gede (moge). Beberapa mobil mewah dan moge milik Saman Nuryanto dijejer dan dipasangi police line di Polda Metro Jaya.

Mobil mewah itu di antaranya Toyota Alphard, BMW 350 i, Honda HRV Prestige, Toyota All New Camry Hybrid, mobil sport Mazda MX-5, Toyota Fortuner, dan Mitsubishi Pajero Sport.

Selain menyita puluhan mobil mewah, polisi juga menyita 19 unit sepada motor milik Nuryanto dan teman-temannya yang telah ditetapkan sebagai tersangka.


Sepeda motor itu di antaranya satu unit Harley Davidson, 5 Kawasaki Ninja, 2 vespa, 1 NMX dan 10 sepeda motor biasa.

mobil mewah pandawa grup
Mobil mewah pandawa grup. (Firdausi/pojoksatu)

Mobil mewah dan kendaraan roda itu menjadi barang bukti atas dugaan penipuan dan penggelapan investasi bodong Pandawa Group.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Prabowo Argo Yuwono  menuturkan, total aset Pandawa Group yang disita polisi senilai Rp 1,5 triliun.

Mobil mewah pandawa grup
Mobil mewah pandawa grup. (Firdausi/pojoksatu)

Saat ini, penyidik masih mencari sejumlah aset para tersangka, termasuk menelusuri rekeningnya dengan melibatkan PPATK.

“Rekening sedang ditelusuri oleh PPATK. Kita belum tahu ya, di dalam rekening itu tertera sejumlah uang belum tentu isinya sama. Sedang ditelusuri PPATK, nanti kalau sudah selesai kita sampaikan,” ujar Argo.

Motor Pandawa Grup
Moge Pandawa Grup disita. (Firdausi/pojoksatu)

Korban kasus dugaan penipuan, penggelepan investasi fiktif Pandawa Group mencapai 5.469 orang dengan kerugian diperkirakan hingga Rp1,52 triliun.

Akibat perbuatannya, para tersangka dijerat Pasal 372 KUHP, Pasal 378 KUHP, Pasal 46 Undang-undang RI Nomor 10 Tahun 1998 tentang Perbankan, dan Pasal 3, Pasal 4, Pasal 5, Pasal 6 Undang-undang RI Nomor 8 Tahun 2010 terkait Tindak Pidana Pencucian Uang, dengan ancaman hukuman di atas 5 tahun penjara dan denda Rp10 miliar.

(fir/pojoksatu)