Makhluk Gaib Bermata Satu Nikahi Wanita Titisan Nyi Roro Kidul, Dewan Adat Ragu

Pernikahan gaib di katingan
KONTROVERSIAL - Isay Djudae (kanan) saat menunjukan cetakan undangan pernikahan gaib Pangkalima Burung dengan Sri Baruno Parameswari di rumahnya Desa Telok Kecamatan Katingan Tengah, Rabu (22/2). Foto Anggra Winivo/Radar Sampit

Selanjutnya, Retno yang merupakan putri penunggu Gunung Merapi, Klaten Yogyakarta itu datang lagi pada 21 Februari 2017 sekitar pukul 11 untuk menyerahkan uang sebsar Rp 16 juta. Dana tersebut dipergunakan untuk mempersiapkan acara serta keperluan mencetak undangan, membeli sapi, babi, ayam dan keperluan lainnya.

Pernikahan tersebut akan dilangsungkan di rumah Isae Judae pada Selasa, 28 Februari 2017. Isay Judae mengaku tidak mengetahui persis tujuan pernikahan gaib itu.

Kedati demikian, berkaca dari sejarah peradaban suku Dayak pada umumnya, pria 87 tahun ini menyakini jika pernikahan itu sebagai pertanda jalinan persaudaraan masyarakat di Kalimantan dan Pulau Jawa.

”Karena pada zaman dulu, cara memutus rantai peperangan antarsuku yaitu dengan menikahkan anggota keluarga dari dua pihak yang saling bermusuhan. Kalau saya menilainya seperti itu,” jelas Isay.


Sri Baruno Jagat Parameswari merupakan titisan penguasa Pantai Selatan Nyi Roro Kidul yang berwujud manusia. Dia berasal dari Bali dan saat ini posisinya di Jakarta.

Sri Baruno Jagat Parameswari akan datang ke ke Desa Telok Kecamatan Katingan Tengah Kabupaten Katingan pada 27 Februari 2017 untuk melangsungkan pernikahan gaib dengan Pangkalima Burung.

Menurut kepercayaan masyarakat Dayak Kalimantan, Pangkalima Burung digambarkan sebagai sesosok gaib bermata satu. Ia merupakan ahli perang. Pangkalima Burung  merupakan satu diantara beberapa tokoh Dayak yang  tidak terlihat oleh mata manusia.

(agg/prokal/one/pojoksatu)