Pengakuan Antasari: SBY Melakukan Intervensi Melalui Harry Tanoe

SBY-Antasari Azhar

POJOKSATU.id, JAKARTA — Sehari sebelum Pilkada serentak, tepatnya Selasa (14/2), mantan Ketua KPK Antasari Azhar membuat pengakuan.

Antasari menyebutkan Presiden ke 6 Susilo Bambang Yudhoyono ikut intervensi agar besannya Aulia Pohan tidak ditahan KPK pada 2008 lalu.

“Dia datang malam-malam ke rumah saya. Orang itu siapa? Orang itu adalah Harry Tanoesudibjo. Beliau diutus oleh Cikeas (SBY) dan meminta agar saya tidak menahan Aulia Pohan. Dia mengatakan menemui saya ketika itu karena diperintah,” kata Antasari saat memberikan keterangan pers di Gedung KKP, Selasa (14/2).

Lanjut, Antasari mengatakan bahwa Harry Tanoe yang saat itu membawa pesan juga berpesan bahwa jika permintaan (SBY) tersebut tidak dipenuhi maka akan berdampak pada keselamatan Antasari selaku Ketua KPK kala itu.


Saat itu, Antasari menolak. “Saya katakan tidak bisa. KPK ini sudah ada SOP (standar operasional prosedur) nya. Kalau sudah tersangka maka harus ditahan,” kata Antasari.

Tak berselang lama setelah penolakan tersebut, Antasari ditangkap oleh personil kepolisian karena dugaan terlibat kasus pembunuhan Direktur Utama PT Putra Rajawali Banjaran, Nasruddin Zulkarnaen pada tahun 2009 lalu.

(ra/pojoksatu)