Karyawan Penambang Emas Antam Tewas, Jatuh ke Perut Bumi Sedalam 30 Meter

karyawan antam
Karyawan Antam menjalani perawatan medis di rumah sakit.

POJOKSATU.id, BOGOR – Dua karyawan penambang emas Antam, jatuh ke perut bumi sedalam 30 meter, di kawasan tambang PT Antam Tbk UPBE Pongkor, Desa Bantarkaret, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor. Dua korban yakni Jaenudin (25) dan Deni Anwar (30) terjatuh saat melakukan cooking (penutupan lubang dengan cor).

“Tiba-tiba keduanya jatuh. Tapi hanya satu korban yang berhasil diselamatkan yakni Jaenudin. Korban Deny meninggal,” kata Kapolsek Nanggung AKP Dody Rosjadi, kepada Radar Bogor.

Dia menjelaskan, kecelakaan kerja itu terjadi sekitar pukul 10.00 WIB, di proyek Chemical Grade Alumina (CGA) Antam. Begitu mendengar kabar kecelakaan, Tim Emergency Response Group (ERG) Antam bergerak menyelamatkan dua karyawan perusahaan rekanannya itu. Evakuasi berlangsung lama karena beratnya medan.

“Jaenudin bisa cepat diselamatkan, sementara korban Deni baru dapat dievakuasi malam hari sekitar 19.00 WIB,” ungkap Dody.


Raga Deni ditemukan sudah dalam keadaan tidak bernyawa. Kuat dugaan, Dody tewas karena menghirup gas CO2. Bahkan, tim rescue yang berjumlah tiga orang sempat mengalami sesak nafas hingga pingsan di lokasi.

“Korban selamat, Jenudin langsung dibawa ke RS Karyabhakti Pratiwi Dramaga,” tukasnya.

antam
Karyawan Antam yang meninggal disemayamkan di rumah duka.

General Manager Unit Bisnis Pertambangan Emas Pongkor, I Gede Gunawan, menyampaikan duka cita mendalam atas musibah tersebut. Pria yang juga menjabat Kepala Teknik Tambang PT Antam (Perseroan) Tbk itu menyatakan Antam mendukung proses investigasi oleh Kepala Inspektur Tambang. Hal ini sebagai bentuk komitmen Perseroan dalam pengelolaan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) pertambangan.

“Saat ini semua prosedur penanganan yang berkaitan dengan K3 sedang berjalan prosesnya. Kami telah berkoordinasi dengan Kepala Inspektur Tambang dan Inspektur Tambang. Kami juga sampaikan atas kejadian ini operasional tambang dan pabrik pengolahan emas pongkor tetap berjalan dengan normal,” ujarnya.

Hal senada juga disampaikan Sekretaris Perusahaan ANTAM, Trenggono Sutioso. Namun dia menegaskan, dua pekerja tambang tersebut sudah melakukan pekerjaan sesuai dengan prosedur.

(don/pojoksatu)