Miris, Gaji Guru Honorer Miliaran Rupiah Tak Dibayar, Ini Penyebabnya

uang
ilustrasi

POJOKSATU.id, KALIMANTAN – Defisit yang melanda APBD Penajam Paser Utara (PPU) Kalimantan Timur (Kaltim) sangat berdampak kepada masyarakat menengah ke bawah. Bahkan dari informasi yang didapat, sebagian instansi di Pemkab PPU tidak dapat membayar gaji guru honorer yang mencapai miliaran.

Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) PPU Marjani tak membantah hal itu. Dia menyebut, ada Rp 1,5 miliar dana untuk honor para guru honorer yang diprediksi tidak dapat dibayarkan melalui bantuan operasional siswa daerah (Bosda) kabupaten.

“Kami telah berupaya agar dapat diselesaikan. Tapi kondisi kita memang seperti ini, yakni anggaran defisit,” ucap Marjani, seperti dikutip dari prokal, Kamis (15/12/2016)

Seharusnya, Disdikpora dapat membelanjakan Rp 6 miliar dan Rp 1,5 miliar yang di antaranya merupakan gaji guru honorer.


“Ada tiga sekolah yang menalangi guru gaji honorer. Tapi melihat kondisi seperti ini, saya belum tahu bagaimana ke depannya. Saya berharap sekolah tidak mengira-ngira jika belum ada anggaran pasti,” ucapnya kemarin (14/12).

Dari satu pihak sekolah bahkan telah menalangi Rp 90 juta. Sementara sebagian gaji honorer yang tidak terbayar juga terjadi di Dinas Pekerjaan Umum (PU) PPU yang nilainya mencapai lebih dari Rp 1 miliar.

Pada Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) PPU, meski seluruh kegiatan terselenggara dan gaji honorer dibayar, namun SKPD itu tetap terkena dampak defisit. Pasalnya, harus melakukan peminjaman kepada pihak ketiga untuk memenuhi kekurangan blangko kartu keluarga sebesar Rp 100 juta.

“Alhamdulillah, semua program jalan dan terbayarkan. Hanya blangko kartu keluarga, tapi itu akan dibayar pada 2017,” ucap Suyanto, kepala Disdukcapil PPU.

(*/yid/ica/k11/pojoksatu)