Yusril Bela Dua Aktivis Tersangka Makar Ini, Perjuangkan Agar Penahanan Ditangguhkan

Yusril Ihza Mahendra
Yusril Ihza Mahendra

POJOKSATU.id, JAKARTA – Kuasa hukum tersangka makar dan pelanggaran UU ITE Jamran dan Rizal Kobar, Yusril Ihza Mahendra mendatangi Polda Metro Jaya (PMJ), Kamis (8/12/2016) siang. Kedatangannya ini dilakukan untuk mengajukan penangguhan penahanan dua kaka beradik itu.

“Saya akan mengusahakan penangguhan penahanan untuk mereka berdua. Saya yakin keduanya kooperatif dan menghormati proses hukum,” ujar Yusril melalui pesan singkat elektronik.

Yusril juga mengatakan, dirinya telah memastikan bergabung dengan tim hukum dari Alumni Universitas Jayabaya untuk mendampingi dan menjadi penasehat hukum tersangka kasus dugaan hate speech, karena menyebarluaskan info isu sara tersebut.

Tak hanya Yusril, sejumlah advokat dari Ihza & Ihza Law Firm juga ikut bergabung untuk memperkuat tim advokat alumni Universitas Jayabaya tersebut.


“Saya dan tim advokat lainnya akan berupaya maksimal untuk membantu Jamran dan Rizal agar penanganan perkara mereka adil dan proporsional,” ujar Yusril.

Jamran dan Rizal satu gerbong dengan sembilan tersangka lainnya yang ditangkap, Jumat (2/12/2016) dini hari lalu.

Delapan diantaranya dijerat Pasal 107 jo 110 jo 87 KUHP. Antara lain, Kivlan Zen, Firza Husein, Adityawarman, Ratna Sarumpaet, Eko, Rachmawati Soekarnoputri, Alvinindra Al Fariz, dan Sri Bintang Pamungkas (SBP).

Sedangkan, satu tersangka, Ahmad Dhani dikenakan pasal 207 KUHP mengenai penghinaan terhadap penguasa, yang dilaporkan organisasi Laskar Rakyat Joko Widodo (LRJ) dan Pro Jokowi (Projo).

Namun, dari jumlah tersebut hanya tiga tersangka yang dilakukan penahanan di Mapolda Metro Jaya, yaitu SBP, Jamran dan Rizal.

(ian/sta/rmol/pojokastu)