10 Tokoh Ditangkap, Rikwanto: Ini Berkaitan Permufakatan Jahat, Makar

Ahmad Dhani diperiks apolisi (kanan). Ratna Sarumpaet ditangkap di hotel (kiri).
Ahmad Dhani diperiks apolisi (kanan). Ratna Sarumpaet ditangkap di hotel (kiri).

POJOKSATU.id, JAKARTA – Karopenmas Polri Kombes Rikwanto mengatakan, 10 tokoh yang ditangkap dan diamankan di Polda Metro Jaya diduga melakukan pemufakatan jahat.

Polri sudah mengantongi bukti dugaan keterlibatan mereka yang kini tengah diperiksa di Mako Brimob Polri, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat.

“Untuk barang bukti sedang didalami di sana, yang jelas ini berkaitan permufakatan jahat,” kata Rikwanto, Jumat (2/12).

Rikwanto masih tetap merahasiakan barang bukti yang dijadikan dasar penangkapan aktivis itu.


“Adalah. Jadi untuk rilis detail nanti oleh Bapak Kapolri dan Kadiv Humas setelah acara aksi damai, doa bersama dan Salat Jumat berjemaah selesai,” katanya.

Sebanyak 10 orang ditangkap tadi pagi antara pukul 03.00 hingga 06.00 WIB. Delapan orang di antaranya diduga akan melakukan tindakan makar terhadap pemerintahan yang sah dan dua lainnya didakwa melanggar UU ITE.

“10 orang tadi pagi pukul 03.00 WIB hingga pukul 06.00 pagi dengan insial AD (Ahmad Dhani), E (Eko), AD (Adityawarman), KZ (Kivlam Zein), FH (Firza Husein), RA (Rachmawati), RS (Ratna Sarumpaet), SB (Sri Bintang), JA (Jamran) dan RK (Rizki Kobar),” ujar Karopenmas Divhumas Polri, Kombes Rikwanto.

Ahmad Dhani, Eko, Adityawarman, Kivlam Zein, Firza Husein, Rachmawati, Ratna Sarumpaet, dan Sri Bintang dikenakan tuduhan pasal 107 Juncto 110 KUHP juncto 87 KUHP. “Berkaitan masalah makar. Dua lainnya yaitu dikenakan pasal UU ITE pasal 28,” sambung Rikwanto.

(jpnn/one/pojoksatu)