Guru Penyebar Isu Rush Money Tidak Ditahan, Alasannya…

Boy Rafli Amar
Kadiv Humas Polri Irjen Pol Boy Rafli Amar

POJOKSATU.id, JAKARTA – Alasan kemanusiaan menjadi pertimbangan penyidik tidak melakukan penahanan terhadap seorang guru SMK berinisial AR (31), yang merupakan tersangka penyebar isu ajakan rush money pada aksi 212 nanti.

Kendati tidak ditahan, AR yang dijerat dengan Pasal 28 ayat 2 UU No 11 tahun 2008 tentang ITE, ancaman hukuman diatas 5 tahun penjara itu tetap harus menjalani proses hukum. Saat ini dirinya dikenakan wajib lapor kepada penyidik Subdit Cyber Crime Bareskrim Polri.

Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Boy Rafli Amar mengungkapkan alasan AR tidak dilakukan penahanan, diantaranya karena alasan kemanusiaan.

“Dia kan seorang guru, dan anaknya masih kecil juga jadi atas pertimbangan itu tidak ditahan hanya dikenakan wajib lapor. Tapi proses penyidikan tetap jalan,” kata Boy di Mabes Polri, Sabtu (26/11/2016).


Selain itu, AR kata Boy juga membuat surat pernyataan meminta maaf dan tidak akan mengulangi perbuatan yang ditandatanganinya langsung dan diberi meterai 6000.

Dalam surat itu, AR mengakui akun Abu Uwais adalah akun Facebook-nya. AR juga membenarkan memposting tulisan Rush Money.

Postingan pertama pada 22 November pukul 09.36 WIB, dengan caption : Aksi Rush Money, mulai berjalan.. Ayo ambil uang kita dari bank komunis.

Kemudian postingan kedua pada 24 November pukul 11.45 WIB, dengan caption : Rush Money.. Persiapan tgl 212.. Kita modal sendiri bukan dr pengembang.

Dirinya mengakui bahwa kedua postingan tersebut adalah informasi yang tidak benar. AR juga meminta maaf kepada Netizen dan masyarakat yang dirugikan akibat ulahnya.

“Saya menyadari bahwa postingan saya dapat menimbulkan rusaknya kerukunan antar suku ras dan agama khususnya Indonesia. Saya tidak akan memposting suatu postingan yang berdampak negatif,” tulis AR dalam surat pernyataan.

Dirinya berjanji tidak akan mengulangi dan bijak dalam menggunakan media sosial. Selain itu terakhir di surat pernyataannya juga akan menghapus postingan ajakan rush money dalam aksi 212.

(yud/pojoksatu)