Siswa SD Tewas Usai Berkelahi di Sekolah, Ini Kronologisnya….

Jenazah AH, siswa SD yang tewas dalam perkelahian di sekolahnya di Desa Handiwung, Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah, Jumat (11/11). | Foto: Prokal.co

POJOKSATU.id – Meski masih bocah, namun perkelahian dua pelajar Madrasah Ibtidaiyah Swasta (MIS) Miftahuddin, Desa Handiwung Kecamatan Pulau Petak Kabupaten Kapuas ini tergolong cukup sadis. Bahkan mengakibatkan salah seorang kehilangan nyawa.

Mirisnya, duel maut antara NE alias S (13) yang baru duduk di bangku kelas VI dan AH (9) yang masih duduk di kelas III ini terjadi di komplek sekolah mereka pada Jumat (11/11) siang.

Informasi yang dihimpun Kalteng Pos, pelaku dan korban sebenarnya merupakan teman sepermainan.

Pagi sekitar pukul 08.00 Wib sebelum kejadian, pelaku diketahui mendatangi rumah korban untuk bermain. Dan sekitar pukul 10.00 Wib, korban dan pelaku pergi menggunakan sepada untuk bermain di sekitar Masjid Istiqlal Desa Handiwung.


Beberapa saat kemudian, keduanya kemudian ke toilet sekolah bermaksud untuk buang air. Di sinilah perselisihan kemudian dimulai hingga berujung perkelahian.

Korban sempat mendorong pelaku hingga terjatuh ke parit samping toilet sekolah. Tidak terima atas perlakuan korban, pelaku kemudian menghampiri korban di teras toilet dan kemudian berkelahi.

Dalam perkelahian tersebut pelaku sempat memukul kepala korban dan mendorong hingga terjatuh ke parit dengan keadaan telungkup, saat korban dalam posisi telungkup tersebut pelaku menduduki pantat korban, kedua tangan pelaku mencekek dan menekan leher bagian belakang korban ke dalam parit hingga korban kejang-kejang dan lemas.

Usai korban lemas dan tidak bergerak, pelaku menarik kedua kaki korban yang masih dalam keadaan telungkup ke dalam rawa di belakang sekolah yang berjarak kurang lebih 50 meter dari toilet sekolah, dengan maksud agar tidak diketahui orang lain.

Setelah itu, pelaku meninggalkan korban. Sementara keluarga korban merasa bingung karena korban hingga sore belum pulang. Sekira pukul 18.00 warga mencari keberadaan AH,

Hingga sekitar pukul 19.30 warga menemukan AH di semak belukar belakang sekolah dalam keadaan tak bernyawa.

“Tanda-tanda ditubuh korban saat ditemukan terdapat memar goresan pada leher. Saat ini masih dilakukan visum et repertum di RSUD Kapuas,” kata Kapolsek Pulau Petak, Iptu H Warnita, Sabtu (12/11) pagi.

(prokal/art/nto)