Ledakkan di Lapas Lhokseumawe, Pelaku Simpan Bom dalam Rantang

ledakan keras
ilustrasi

POJOKSATU.id, JAKARTA – Ledakan yang terjadi di Lapas Kelas II A, Lhokseumawe, Minggu (23/10) pukul 14.30 WIB diduga sengaja dilakukan oleh dua narapidana agar bisa kabur.Kedua narapidana kasus narkoba, Fauzi dan Tarmizi yang meledakkan bom tersebut.

‎Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Agus Rianto mengatakan bahwa saat ini polisi masih melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Diduga kedua pelaku, meledakkan bom tersebut untuk kabur dari lapas.

‎”Menurut keterangan Saimun (38) tukang masak LP, ada seseorang dari luar mengetuk pintu. Yang mana pintu itu untuk memasukan pipa air ke dalam lapas. Kemudian Saiman membuka lubang, tiba-tiba Saiman membalikkan badan ke belakang terdengar suara ledakan. Saiman saat itu terpental,” kata Agus.

Menurut keterangan saksi, kata Agus, pada saat sebelum ledakan Fauzi dan Tarmizi membawa rantang untuk meminta nasi sesuai jadwal makan siang. Diduga, bom tersebut disimpan dalam rantang dan disimpan dalam lubang air untuk melarikan diri.


Namun nahas, akibat ledakan tersebut, kedua pelaku turut terkena ledakan. “Akibat kejadian ini dua orang sudah dibawa ke RS PMI Lhokseumawe. Diduga pelaku yang meledakkan bom tersebut,” terang dia.

Agus menerangkan, saat ini Unit Penjinakan Bom (Jibom) Brimob Polda Aceh sudah berada di ‎lokasi untuk mengamankan TKP. Kini, sejumlah saksi juga tengah dimintai keterangan untuk mengusut ledakan.

(mg4/jpnn)