Anggota DPRD Cirebon Pukul Perawat RSUD, Bupati Ikut Terseret

rahmat-hidayat
Rahmat Hidayat. Foto Radar Cirebon

POJOKSATU.id, CIREBON – Anggota DPRD Kabupaten Cirebon, Yoyo Siswoyo, diduga memukul perawat RSUD Arjawinangun, Rahmat Hidayat. Yoyo emosi dan langsung memukul ketika menagih utang kepada Rahmat di tempatnya bekerja.

“Kapan kamu mau bayar hutang?” bentak Yoyo kepada Rahmat sambil ditambahi kata-kata kasar seperti yang ditirukan oleh Rahmat.

Saat itu, Rahmat sedang berada di rang Kasubag Kepegawaian RSUD Arjawinangun, H Sekhu, untuk menyelesaikan masalah dirinya dengan Yoyo.

Namun Yoyo keburu masuk ruangan dan langsung membentak. Melihat tindakan Yoyo, Rahmat emosi dan langsung menggebrak meja. Tindakan Rahmat membuat Yoyo naik pitam. Yoyo langsung melayangkan tinjunya ke wajah Rahmat.


Konflik antara Yoyo dan Rahmat terkait utang piutang soal “uang sogok” untuk menjadi pegawai di RSUD Arjawinangun. Yoyo menjanjikan dua calon pegawai RSUD akan diterima jika membayar Rp 100 juta.

“Ini soal hutang janji akan memasukkan dua pegawai RSUD Arjawinangun pada penerimaan bulan lalu. Satu orang Rp50 juta jadi dua orang Rp 100 juta,” kata Rahmat.

Menurut Rahmat, ia pada hari Kamis atau sehari sebelum pemukulan, dia ditelepon Kasubag Kepegawaian untuk menghadap. Jumat pagi Rahmat langsung menghadap.

“Saya ditanya apakah ada masalah dengan anggota dewan bernama Pak Haji Yoyo, saya jawab iya,” imbuh Rahmat.

Rahmat membeberkan bahwa dia membantu memasukkan dua orang pegawai honorer di RS Arjawinangun atas perantara Yoyo, sebagai anggota dewan pada Juli 2016 lalu.

Yoyo, lanjut Rahmat, mengaku dekat dengan bupati. Saat memasukkan dua honorer, Yoyo menunjukkan SMS dari bupati. Sebagai jasanya, Yoyo meminta uang Rp 100 juta.

Rahmat mengatakan, dia sudah menyerahkan uang Rp 90 juta kepada Yoyo saat surat lamaran kedua pegawai honorer diajukan.

“Uang Rp 10 juta saya pakai. Saya sudah bilang akan segera diganti kalau sudah ada uang,” tambah Rahmat.

Setelah kedua pegawai diterima dan bekerja di RSUD Arjawinangun, Yoyo terus-menurus menagih Rahmat. Rahmat mengaku sering diteror melalui SMS.

“Puncaknya kemarin. Saya dipanggil masuk ke ruangan Kasubag Kepegawaian. Pihak rumah sakit mau menalangi uang Rp 10 juta dengan ketentuan saya cicil selama lima bulan,” imbuh Rahmat.

Setelah disepakati, Yoyo tiba-tiba masuk ke ruangan dan langsung maki-maki Rahmat. Suasana makin memanas saat Yoyo menolak dibayar Rp 10 juta. Menurut Yoyo, kekurangan uang bukan Rp 10 juta, melainkan Rp 40 juta.

“Saya gebrak meja, kenapa bisa jadi Rp 40 juta? Dia langsung memukul mata kanan saya sampai bengkak,” ujar Rakhmat.

Setelah itu Rakhmat mengaku meninggalkan ruangan dan atas saran teman-temannya, ia langsung divisum dan langsung melaporkan kasus ini ke polisi.

“Saya enggak apa-apa soal ini (uang suap) terbongkar. Saya sudah sering. Pegawai honorer di sini tidak ada yang murni dites, semua titipan,” tandas Rahmat.

Kapolres Cirebon AKBP Sugeng Hariyanto membenarkan laporan itu. Sugeng menyatakan bahwa Rahmat melaporkan kasus ini pada Jumat siang (7/10). Berdasarkan laporan korban, pemukulan dilakukan pelaku di RSUD Arjawinangun.

(one/pojoksatu)