Raja Gowa Ngadu ke Mabes Polri, Kasus Pembakaran Gedung DPRD Gowa Diambil Alih

para-raja-menyambangi-mabes-polri
Raja Gowa ke-37, Andi Maddusila mendatangi Mabes Polri. Foto Yudha/pojoksatu)

POJOKSATU.id, JAKARTA – Mabes Polri mengambil alih penanganan kasus kerusuhan di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan baik itu pengerusakan di Balla Lompoa (Istana Kerajaan Gowa) maupun kasus pembakaran Gedung DPRD Gowa.

Keputusan tersebut diambil setelah Raja Gowa ke-37, Andi Maddusila bersama keluarga serta para Raja dan Sultan se-Nusantara menyambangi Mabes Polri, Jumat (30/9/2016) siang tadi.

Dalam kunjungan itu, hadir Raja Samo-Samo VI, Upulatu Beny Admad Samo-Samo, Yanuar Imam dari Kerajaan Catung, Kalimantan Selatan.

“Tadi kami ketemu Wakapolri (Komjen Syafruddin), Wakapolri bilang kasus di Gowa langsung ke Mabes Polri. Ini kebijakkan Mabes Polri,” katanya usai pertemuan.


Dirinya yakin pihak kepolisian bisa menjalankan fungsi dan wewenangnya dengan baik.

“Tidak semata-mata melihat karena pejabat atau apa. Siapa yang salah harus ditindak, termasuk masalah pembakaran,” ujarnya.

Selain masalah pembakaran Kantor DPRD Gowa, Mabes Polri juga akan menangani kasus pembongkaran brangkas Kerajaan Gowa oleh Bupati Gowa yang melibatkan pihak Pemerintah dan DPRD Kabupaten Gowa.

“Pembongkaran brankas Kerajaan Gowa oleh Bupati. Ini perampokan karena dilakukan di malam hari secara bergerombol di malam takbir Idul Adha,” imbuhnya.

Akibat dari pembongkaran paksa brankas pemberian dari Ratu Belanda Wihelmina 1983, pihak Kerajaan Gowa mengalami kerugian tak ternilai.

“Tidak ternilai itu, karena itu brankas zaman Belanda pemberian Ratu Wihelmina 1938. Emas murni, semua benda kerajaan peninggalan sejarah sudah hancur isinya tidak utuh diambil dan dipindahkan oleh mereka yang mau merampas,” imbuh Andi Maddusila.

Saat dikonfirmasi pelimpahan kasus ke Mabes Polri, Kabareskrim Komjen Ari Dono Sukmanto membenarkan.

“Benar seluruh rangkaian kasusnya sekarang ditangani Bareskrim. Tadi juga sudah bertemu dengan keluarga Kerajaan Gowa. Mereka akan memberikan informasi. Nanti ada tahapannya, mulai dari gelas perkara,” tandas Ari Dono.

(yud/pojoksatu)