Mensos Khofifah: Korban Prostitusi Gay Alami Ganguan Seksual Berat

Khofifah Indar Parawansa
Khofifah Indar Parawansa

POJOKSATU.id, JAKARTA – Satu dari tujuh anak yang menjadi korban prostitusi gay mengalami gangguan seksual cukup berat. Hal itu disampaikan Menteri Sosial, Khofifah Indarparawansa dalam diskusi ‘Menguak Tabir Prostitusi Anak’ di Jakarta, Kamis(15/9/2016).

“Dari tujuh anak, satu orang ternyata konflik seksualnya cukup berat. Lalu kita terapi kognitif, kita lihat behaviornya seperti apa,” kata Khofifah.

Khofifah menerangkan hal itu diketahui setelah ditangani tim yang terdiri dari psikiater dan konselor dengan metode tersendiri. Salah satunya dengan Rapid Assesment Procedures (RAP), menelusuri latar belakang sosial korban untuk melihat trauma sosial yang dialami.

“Dari situ kita bisa ketahui tingkat konflik seksual seperti apa sih? Kita ikuti terus perkembangannya. Sampai nanti fungsi sosial mereka bisa dikembalikan,” imbuh Khofifah.


Khofifah menambahkan, empat dari tujuh anak korban prostitusi gay saat ini juga putus sekolah. Pihaknya akan mengikutkan mereka pada kejar paket.

Sementara Ketua Komnas Perlindungan Anak, Arist Merdeka Sirait mengatakan, prostitusi anak merupakan kejahatan seksual yang luar biasa. Pasalnya, yang terjadi di Bogor melibatkan jaringan lain di Cirebon dan Kuningan.

“Ini bagian dari warning bahwa Indonesia berada dalam situasi kejahatan seksual yang teroganisir. Kita harus duduk bersama untuk memutus mata rantai sindikat prostitusi yang sangat rapi ini,” ucap Arist Merdeka.

(yud/pojoksatu)