Truk Tangki Meledak di Jalan Tol Dikemudikan Pengguna Narkoba

mobil terbakar
Truk tangki bermuatan pertamax yang meledak di Tol Sidoarjo-Porong, Kamis lalu (8/9). Foto via Jawa Pos

POJOKSATU.id, SIDOARJO – Muhammad Anik, Sopir truk tangki yang meledak tol Sidoarjo (8/9), Muhammad Anik, diduga pengguna narkoba. Hasil tes urine menegaskan adanya zat metamfetamin dan amfetamin.

”Tersangka mengaku dua pekan sebelum kejadian mengonsumsi sabu-sabu (SS),” kata Kasatlantas Polres Sidoarjo AKP Bayu Prasetyo, seperti dilansir Jawa Pos (grup pojoksatu), Sabtu (10/9/2016).

Polisi menetapkan Anik sebagai tersangka setelah menyerahkan diri pada Kamis malam (8/9). ”Unsur melarikan diri ada tiga. Tidak menghentikan kendaraan, tidak menolong korban, dan tidak melapor kepada polisi. Nah, yang bersangkutan melanggar unsur ketiga,” kata Bayu.

Polisi mengambil sampel darah tersangka untuk diperiksa di laboratorium forensik (labfor) Polda Jatim.


”Dari sana kami bisa melihat apakah benar narkoba itu digunakan dua pekan sebelum kejadian. Atau justru digunakan dalam 1 x 24 jam. Yang jelas, tersangka menggunakan narkoba untuk menyenangkan diri sendiri,” tambah Bayu.

Anik pun mengaku mengantuk saat kejadian. Dia mengendarai truk berisi pertamax dari kawasan Perak, Surabaya, dengan tujuan Malang. Sekitar pukul 06.00 kendaraannya masuk gerbang tol Tanjung Perak.

”Melaju biasa, tidak ngebut. Sekitar 50 kilometer per jam,” ungkap Bayu.

Anik merasa mengantuk sejak memasuki gerbang tol Sidoarjo. ”Di lokasi kejadian sudah tidak sadar. Tiba-tiba oleng dan menabrak tiang penyangga jembatan,” ujarnya. Sebagian kepala truk terbuka karena tabrakan itu.

Setelah menabrak tiang jembatan, Anik membanting setir ke kanan. Nah, di waktu bersamaan melintas mobil Toyota Avanza yang dikendarai Nur Lutfiyanto. Bagian belakang truk lantas menghantam mobil silver itu.

Anik mengaku berusaha menolong korban. Namun, nyalinya ciut saat mendengar ledakan dari arah tangki truk. Anik memilih kabur.

”Dua jam setelah kejadian masih di sana. Sembunyi di balik kendaraan yang antre karena jalan ditutup,” katanya.

(edi/c10/ca/pojoksatu)