Kerusuhan Warga vs Polisi: 3 Tewas, Bermula dari Rebutan Cewek Penghibur

Eka Boru Niraja
Eka Boru Niraja

POJOKSATU.id, MERANTI – Kerusuhan warga vs polisi yang menyebabkan tiga orang tewas ternyata bermula dari rebutan cewek yang bekerja di tempat hiburan malam, Eka Boru Niraja. Tiga korban tewas yakni Bripda Adil Tambunan, pegawai honorer Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Meranti bernama Apri Hadi Pratama (24), dan seorang warga bernama Isrusli (45 th).

Bripda Tambunan dan Apri diduga terlibat cinta segitiga. Apri menghabisi nyawa Bripda Adi di depan Hotel Furama, Selatpanjang pukul 01.45 WIB, Kamis (25/8) dini hari. Apri menikam Bripda Adi karena cemburu. Sementara Apri tewas di tahanan polisi setelah sebelumnya ditembak di bagian kaki. Sedangkan Isruri tewas ditembak di halaman kantor polisi.

Setelah peristiwa berdarah di Selatpanjang, Kepulauan Meranti yang terjadi Kamis (25/8/2016) itu, nama Eka Boru Niraja langsung menjadi perbincangan banyak orang. Wanita cantik itu disinyalir penyebab tewasnya Bripda Adi dan Apri hingga berujung kerusuhan antara warga vs polisi.

Sementara, informasi yang diterima media, sebagai mana dikutip Radar Pekanbaru (grup pojoksatu.id) dari Redaksi RiauGreen.com, melalui via telpon dari salah seorang teman facebook Eka Boru Nugraha kepada wartawan mengatakan bahwa Bripda Adil lebih dulu mengenal Eka.


“Ya Maklum lah bang, Eka tuh kerja nya di tempat hiburan malam. Siapa aja pasti kenal. Dalam kasus ini, brigadir Adil lebih dulu mengenal dan menjalin komunikasi dengan dengan Eka dari pada Apri Adi Pratama,” kata teman facebook Eka yang tidak ingin disebutkan namanya kepada RiauGreen.com, Jumat, (26/8/16) via telephone.

Kapolres Kepulauan Meranti AKBP Asep Iskandar SIK MM, mengatakan, peristiwa berdarah itu terjadi ketika Bripda Adil yang merupakan anggota Satuan Reserse Narkoba Polres Kepulauan Meranti sedang berada di depan Hotel Furama. Tidak lama kemudian datang Apri, warga Jalan Banglas Gang Airmerah.

Ada dugaan Bripda Adil dan Apri terlibat cinta segitiga. Karenanya, keduanya pun terlibat pertengkaran. Pelaku yang sudah terlanjur emosi akhirnya menyerang Bripda Adil, warga Jalan Sumber Sari Selatpanjang Timur, Kecamatan Tebingtinggi, dengan sebilah pisau. Tusukan pertama menancap di dada.

Sementra korban yang terus mendapat serangan berusaha untuk melawan. Ternyata ilmu bela dirinya dengan tangan kosong belum cukup untuk menangkis serangan pelaku. Akhirnya Bripda Adil terkapar dengan lima tusukan.