Harga Rokok Naik Rp 50 Ribu Bulan Depan?

Foto Ilustrasi: Rokok
Foto Ilustrasi: Rokok

POJOKSATU.id, JAKARTA – Rencana kenaikan harga rokok menjadi Rp 50 ribu per bungkus menjadi polemik di masyarakat. Banyak yang setuju, tetapi tak sedikit pula yang menolak.

Kapan harga rokok naik menjadi Rp 50 ribu per bungkus? Rencana kenaikan harga ini sudah disampaikan pemerintah beberapa waktu lalu. Kabarnya, harga rokok Rp 50 ribu sudah mulai berlaku bulan depan.

Anggota Komisi IX DPR RI dari Fraksi Nasdem, Irma Suryani Chaniago mengatakan, Sah-sah saja jika kenaikan harga rokok itu sepenuhnya menjadi cukai. Tapi, jika kenaikan tersebut dinikmati juga oleh perusahaan rokok, maja jelas harus ditolak.

“Jangan sampai kenaikan itu justru menguntungkan pengusaha rokok. Kenaikan itu harus murni untuk cukai. Nantinya, 50 persen dari kenaikan itu harus dikembali untuk dana kesehatan masyarakat,” jelasnya,” ujar Irma, Jumat malam (19/8).


Irma mengakui, kenaikan harga rokok itu tidak akan bisa menekan jumlah pekok aktif secara signifikan. Namun, kenaikan tersebut berguna untuk menekan jumlah anak di bawah umur yang ikut-ikutan merokok. Dengan harga mahal, mereka akan kesulitan mendapatkan rokok.

“Untuk para pecandu, saya kira sulit untuk berhenti merokok. Paling-paling hanya mengurangi. Tapi untuk anak-anak, saya kira bisa,” jelasnya, seperti dilansir RMOL, Sabtu (20/8/2016).

BACA: Ketua DPR Setuju Harga Rokok Naik Rp 50 Ribu, Alasannya Pendapatan Negara…

Nah, untuk para pecandu itu, Irma mengusulkan pemerintah tidak berhenti dengan menaikkan harga saja. Pemerintah harus melakukan sosilisasi yang masif dan melakukan penindakan yang tegas terhadap orang-orang yang merokok di tempat umum.

“Harus tetap dengan sosiliasai bahwa rokok itu berbahaya dan merugikan kesehatan. Lalu, regulasinya yang tegas. Seluruh PNS nggak boleh ngerokok di kantor. Di area terbuka juga tak boleh lagi ada yang merokok. Tapi, kenapa sampai sekarang sanksi tersebut jarang diterapkan,” tandas Irma.

(ysa/one/pojoksatu)