Calon Jamaah Haji Bawa Jimat Ditangkap BNN Arab Saudi, Begini Nasibnya Sekarang

jemaah haji indonesia
Foto kiri, Fathoni P Nanda, wartawan Jawa Pos yang melakukan peliputan Haji 2016. Foto Kanan, Bungkusan kertas berisi tulisan-tulisan Arab, uang lama pecahan Rp 100, dan kain yang dibawa Ahmad, CJH asal Madura. Foto via Jawa Pos

POJOKSATU.id, MADINAH – Calon jamaah haji (CJH) asal Madur, Ahmad Malik Tarsawi, ditangkap lantaran membawa jimat dan jamu tradisional. Kini, nasib Malik bergantung di tangan Badan Narkotika Nasional (BNN) Arab Saudi di Madinah.

Pria 46 tahun itu menjalani serangkaian uji laboratorium dan tes urine. Namun, karena kemarin adalah Jumat, instansi pemerintahan di Saudi libur. Proses pembebasan Ahmad tidak bisa dilakukan dengan cepat.

Kepala Daerah Kerja (Daker) Airport PPIH Arab Saudi Nurul Badruttamam mengungkapkan, kasus Ahmad ditangani Idaroh Hai’ah Mukafahah Lil Mukhadiroot.

“Kalau di negara kita, lembaga itu sama dengan Badan Narkotika Nasional,” ujarnya.


Koper milik Ahmad sudah dikeluarkan dari kantor BNN di Madinah. Hasil tes lab dan urine yang dijalani Ahmad Negatif.

“Janji mereka, CJH tersebut akan dibebaskan hari ini (kemarin, Red). Itu sudah menjadi kesepakatan dengan kami,” kata Nurul, Jumat (12/8).

Ahmad harus menjalani pemeriksaan panjang beberapa instansi di Madinah sejak Rabu malam (10/8). Kamis sore (11/8) pemeriksaan yang sebelumnya dilakukan di Bandara Pangeran Muhammad bin Abdul Aziz dipindahkan ke kantor BNN Madinah.

Ahmad diperiksa tiga instansi secara berurutan. Yang pertama oleh pihak sekuriti bandara. Isi koper warga Pamekasan itu dinilai mencurigakan.

Di dalamnya terdapat banyak sekali obat-obatan tradisional dan jimat. Pemicu lain kecurigaan petugas keamanan bandara adalah bau menyengat dari dalam koper Ahmad. Saat dibuka, bau menyengat itu berasal dari petis.

Keberadaan jimat dalam koper Ahmad ternyata membuat petugas PPIH yang mendampingi dalam pemeriksaan tersebut waswas. Sebab, hal semacam itu sangat terlarang di Saudi. Pihak pengamanan bandara menyerahkan persoalan tersebut kepada Badan Intelijen Saudi.