Aksi Brigadir Bambang Hadapi Teror Bom Bunuh Diri di Solo Tuai Apresiasi

Bom Solo
Bom Solo. Ist

POJOKSATU.id, JAKARTA – Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Indonesia mengapresiasi tindakan seorang anggota polisi, Brigadir Bambang Adi, yang berupaya menghentikan terduga teroris yang akhirnya meledakkan diri di Mapolres Surakarta, tadi pagi.

Sikap anggota polisi tersebut dianggap dapat berimbas positif dan menjadi inspirasi bagi anak-anak Indonesia. Meskipun, Brigadir Bambang Adi harus mengalami luka di mata dan luka bakar di tubuhnya.

“Khususnya, tentang sikap rela berkorban dan kegigihan melindungi sesama,” kata Ketua Bidang Pemenuhan Hak Anak LPA Indonesia, Reza Indragiri Amriel, lewat kererangan persnya, Selasa siang.

Reza mengatakan, kejadian teror di Solo menjadi dasar bagi LPA Indonesia untuk kian mantap mendorong diadakannya asuransi bagi personel Polri.


Dia meminta kepolisian bertindak tegas terhadap pihak-pihak yang berada di belakang aksi bom bunuh diri tersebut.

“Tidak ada pembenaran bagi aksi itu. Termasuk ketika dilakukan terhadap otoritas penegakan hukum sebagai sasarannya,” tegasnya.

Reza meminta siapa pun yang bersekutu dengan pelaku agar berhenti berpikir untuk melakukan tindakan biadab serupa.

“Ingatlah, saat lahir, kalian disambut dengan senyuman dan puji-pujian. Bagikanlah kebahagiaan dan kedamaian serupa ke dunia,” pungkas psikolog forensik kriminal tersebut.

Pelaku teror mematikan yang menyasar anggota Polri di Solo, Selasa pagi, diduga bagian dari kelompok Shibghotullah yang ditangkap di Surabaya, Juni lalu.

Kelompok Shibghotullah yang berafiliasi dengan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) ditangkap Densus 88 Antiteror. Mereka menjadikan markas kepolisian sebagai target serangan.

Mereka disebut terinspirasi gerakan terdahulu yang dilakukan Muhammad Shibghotullah. Mereka ditangkap saat hendak bergabung dengan ISIS di Suriah.

(ald/sta/pojoksatu)