7 Fakta Penting Bom Solo Wajib Diketahui

Bom di Mapolresta Solo.
Bom di Mapolresta Solo.

POJOKSATU.id, SOLO – Tragedi bom Solo, Selasa (5//7/2016), menghentak masyarakat Indonesia yang bersiap merayakan Idul Fitri 1437 H. Polri menemukan fakta-fakta pelaku bom Solo, Nur Rohman (31).

Siapa Nur Norhman yang terlibat dalam peristiwa bom di Solo itu? Apakah pelaku terlibat dalam jaringan ISIS?

Berikut fakta-fakta penting dalam peristiwa bom di Solo:

1. Pelaku Buronan Lolos


Kapolri Jenderal Badrodin Haiti, dalam jumpa pers di Solo, mengatakan, Nur Rohman lolos dari operasi penangkapan kepolisian sekitar enam bulan lalu. Abu Mush’ab sendiri telah ditangkap di Surabaya bersama dua terduga teroris awal Juni lalu. Pelaku ini termasuk yang pernah belajar bikin bom.
2. Jaringan Bom di Solo

Nurohman adalah anggota kelompok Arif Hidayatullah alias Abu Mush’ab yang disebut satu jaringan dengan sosok Bahrun Naim, yang kini diklaim berada di Suriah.
Temuan polisi menyimpulkan Bahrun Naim adalah otak pelaku penyerangan ledakan bom di depan Gedung Sarinah, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Januari lalu.

Bom di Mapolresta Solo.
Bom di Mapolresta Solo.

3. Bom Amaliyah Ramadhan

Aksi teror bom di Solo terkait dengan seruan pemimpin ISIS untuk melakukan amaliyah di bulan Ramadhan.
4. Polri Pernah Diperingati

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Polri Brigadir Jenderal (Pol) Agus Rianto mengaku Polri mendapat early warning (peringatan dini) dari interpol terkait ledakan bom di Mapolresta Solo.

5. Pernah Jadi Ketua RT

Pelaku teror sering digambarkan sebagai sosok yang tertutup dan keras. Namun pelaku bom bunuh diri di Polresta Surakarta, Nur rohman, justru sebaliknya. Dia dikenal sebagai sosok yang terbuka dan ramah. Bahkan warga Sangkrah RT 1 RW 12 Surakarta memilihnya untuk menjadi ketua rukun tetangga. Kemudian dia mengundurkan diri sekitar Agustus 2015.

6. Jadi Tukang Bakso

Nur Rohman, peaku bom Solo, sehari-hari berjualan bakso keliling dengan sepeda motor. Semenjak ledakan bom di Jalan Thamrin, dia menghilang sampai sekarang. Nur Rohman mempunyai istri bernama Siti Aminah asal Cianjur, Jawa Barat.

Bom di Mapolresta Solo.
Bom di Mapolresta Solo.

7. Masih Ada Dua Bom

Kepala Divisi Humas Mabes Polri Inspektur Jenderal Boy Rafli Amar menyebutkan bahwa Nur Rohman membawa tiga bom dalam pelariannya.

“Jenisnya bom lempar dan bom biasa yang dimasukkan ke dalam tas,” kata Boy Rafli di Solo, Selasa, 5 Juli 2016.

Satu bom dipastikan telah diledakkan di Polresta Surakarta. Sedangkan keberadaan dua bom lain tengah dalam pencarian. “Bisa jadi meledak bersamaan dalam kejadian tadi pagi,” ujar Boy. Bom bunuh diri oleh Nur Rohman termasuka kategori low explosive.

(kan/pojoksatu)

SIMAK: Fokus Bom Solo