Begini Cara Kebiri Pemerkosa Anak, Tak Seperti Anjing yang Dipotong Itunya

Korban perkosaan
ilustrasi

POJOKSATU.id, JAKARTA – Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkum HAM) Yasonna Laoly mengatakan, Perppu nomor 1 tahun 2016 yang mengatur tentang hukuman kebiri bagi pemerkosa anak di bawah umur mulai berlaku sejak Perppu tersebut diteken Presiden Jokowi.

Bagamana cara mengebiri manusia atau pelaku perkosaan anak? Kebiri manusia tentu berbeda dengan anjing yang harus dipotong itunya (alat vital).

Anjing dikebiri dengan dua cara. Pertama yaitu kastrasi tertutup atau pengebirian dengan cara mengikat saluran yang menuju testes, sehingga sel-sel jantan mati. Kedua, kastrasi terbuka. Melalui cara ini, anjing dikebiri dengan melakukan pembedahan untuk mengeluarkan testes anjing, yang kemudian dipotong.

Sedangkan kebiri pada manusia atau pemerkosa anak, dilakukan dengan cara menyuntikkan bahan kimia di bagian kelamin. Penyuntikan ini berefek pada matinya sel kelamin manusia.


“Teknik penyuntikan, caranya, siapa yang menyuntik, suntikannya apa, itu Kementerian Kesehatan akan mengeluarkan PP,” ujar Deputi 6 Kesra Kemenko Pemberdayaan Manusia dan Kebudayaan, Sujatmiko.

Menurut Sujatmiko, Perppu Kebiri yang ditandantangani Presiden Jokowi merupakan hasil revisi kedua atas UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

Dia mengaatakan, ada dua pasal yang diubah. Yakni, pasal 81 dan 82. “Pasal 81 tentang kekerasan seksual, sedangkan pasal 82 tentang pencabulan,” terang dia, Kamis (25/5)