Kasihan, 20 Honorer Menangis Dipecat Gubernur Ganteng

Zumi Zola
Zumi Zola (kiri)

POJOKSATU.id, JAMBI – Gubernur Jambi Zumi Zola Zulkifli membuktikan omongannya. Saat melakukan sidak  ke Kantor Samsat Jelutung Kota Jambi pada 11 Maret lalu, menemukan fakta banyak pegawai tidak ngantor. Marah, gubernur saat itu mengeluarkan kata-kata ancaman akan memecat tenaga honorer.

Ancamannya dibuktikan. Gubernur ganteng itu resmi memecat 20 orang tenaga honorer dan akan menjatuhkan sanksi terhadap 21 PNS.

SK pemecatan 20 tenaga honorer itu sudah dikeluarkan Dinas Pendapatan Asli Daerah (Dispenda) Provinsi Jambi.

Kemarin,  20 tenaga honorer itu masih ngantor di Samsat. Tapi, mereka tak lagi sebagai tenaga honorer karena sudah menerima SK yang diberikan Samsat sebagai perpanjangan tangan Dispenda.


Mereka bersilaturahmi dengan Kepala Samsat Kota Jambi dan beberapa pegawai lainnya  untuk meminta maaf.

Beberapa dari mereka ada yang menangis karena bingung mencari pekerjaan. Apalagi yang sudah memiliki tanggungan keluarga.

“Iya, tadi ramai yang nangis di sini,” kata salah seorang  warga yang sedang mengurus STNK.

Kepala Samsat Kota Jambi, Muhammad Rum, mengakui SK pemecatan 20 tenaga honorer Samsat sudah dikeluarkan oleh Dispenda Kota Jambi.

Setelah sidak Gubernur Jambi, pihaknya langsung bekerja dengan cepat, apa yang diminta Gubernur sudah dilakukan. Terutama penetapan SOP pelayanan.

Diberitakan sebelumnya, saat sidak 11 Maret, banyak ditemukan keganjalan yang membuat Zola tiba-tiba marah kepada kepala Samsat maupun pegawainya. Mirisnya lagi, ia menemukan ada seorang pegawai Samsat yang melakukan pungutan liar kepada masyarakat yang ingin membayar pajak kendaraan.

“Saya sangat kecewa sekali. Honorer saya pecat semua!. Kalau tidak sanggup bekerja PNS-nya lebih baik mundur,” tegas Zola sambil berbicara didepan sejumlah pimpinan Samsat.

(fth/sam/jpnn)