Bor Sumur Baru di Porong, Ini Janji Lapindo

Lokasi pengeboran sumur baru PT Lapindo Brantas di dekat lokasi semburan di Siduarjo. Foto Reuters

POJOKSATU.id, SURABAYA – Permintaan Gubernur Jawa Timur, Soekarwo, agar tim kajian ITS segera bekerja meneliti layak atau tidaknya pengeboran sumur Tanggulangin (TGA) 6 dan 10 disambut baik oleh pihak Lapindo Brantas.

“Sesuai arahan SKK Migas, kami akan membantu sepenuhnya tim yang telah dibentuk  Pakde Karwo agar bisa segera membuat rekomendasi terkait dengan rencana pengeboran sumur pengembangan TGA 6 dan TGA 10,” kata Vice President Communications Lapindo Brantas Inc, HestiArmiwulan kemarin (12/2).

Menurut Hesti, rencana tim kajian ITS yang akan memfokuskan penelitian pada kondisi sumur TGA 1 sangat tepat.  Alasannya,  lokasi sumur pengembangan TGA 6 ada di samping sumur TGA 1 dengan jarak hanya 50 meter.

“Tak pelak, keseluruhan data yang sumur TGA 1 merupakan data yang paling akurat untuk megetahui aman tidaknya rencana pengeboran sumur pengembangan TGA 6. Terlebih yang akan kita lakukan adalah kegiatan pengeboran sumur pengembangan, bukan sumur eksplorasi baru,” jelas Hesti.


Vice President Operations Lapindo Brantas Inc , Harsa Harjana  menambahkan, Lapindo Brantas siap menyerahkan data monitoring tekanan gas sejak sumur itu berproduksi di tahun 2009 sampai di 2016 ini.

“Data tekanan gas yang stabil itu  menggambarkan bagaimana kondisi tekanan di bawah permukaan. Itulah yang membuat Lapindo Brantas mampu memilih strategi pengeboran dan memilih desain casing yang tepat,” katanya.

Data-data itulah, lanjutnya,  yang juga membuat Lapindo mengetahui persis apa saja problem yang mungkin terjadi dalam proses pengeboran, termasuk mengetahui potensi over pressure pada kedalaman di atas 2.900 kaki.

Dipaparkan, pada kedalaman 2.900 kaki mulai terjadi kenaikan pressure yang signifikan akibat penyempitan jarak antara pore pressure dan fracture pressure  atau yang dikenal sebagai narrow window.

Problem over pressure, kata Harsa,  lazim dalam dunia pengeboran dan secara teknis dapat diatasi. Namun mempertimbangkan kondisi sosial, Lapindo Brantas memilih untuk tidak memasuki zona over pressure itu. Karena itu, Lapindo Brantas hanya akan mengebor pada kedalaman sekitar 2,600 kaki saja.

“Narrow window berpotensi terjadi over pressure yang bisa mengakibatkan kick gas. Itu yang kami hindari. Jangan sampai masyarakat  resah,” katanya.