Mengaku Bawa Bom, Perwira Polisi Ini Ditahan di Bandara

Ilustrasi Bom
Ilustrasi Bom

POJOKSATU.id, MAKASSAR – Sepertinya masyarakat Indonesia gemar bercanda tentang bom. Belakangan ini, kasus penahanan terhadap calon penumpang pesawat yang bercanda membawa bom marak terjadi.

Meskipun hanya bercanda, setidaknya cukup menyulitkan bagi mereka sendiri, ditunda keberangkatannya sampai bisa dilakukan penahanan. Setelah beberapa hari lalu seorang nenek berinisial LM (69) ditahan pihak kemanan Bandara Adi Sutjipto, Yogyakarta, kini seorang perwira polisi yang ditahan di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar, Sulawesi Selatan.

Namanya Cahyo Widyanto (25). Ia merupakan calon penumpang pesawat Lion Air tujuan Denpasar, Bali. Cahyo yang merupakan anggota Puslabfor Polri cabang Polda Bali berpangkat inspektur dua (ipda) ini bercanda membawa bom.

Kepala Polres Maros Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Lafri Prasetyo mengatakan, Cahyo tidak melakukan teror atau ancaman.  Cahyo hanya bergurau dengan mengatakan bahwa dirinya membawa bom.


“Jadi, bukan teror atau ancaman bom. Dia hanya bergurau. Pihak Propam Polda Sulselbar sementara memeriksa Cahyo dan meminta keterangannya di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin,” katanya.

Meski begitu, kata Lafri, Cahyo tetap diproses secara hukum.

Propam Polda Sulselbar akan merampungkan penyelidikannya dan akan berkoordinasi dengan pihak Propam Polda Bali.

Untuk diketahui, Cahyo yang tercatat sebagai warga Bunut Wetan RT 002/RW 001, Pakis, Malang, Jawa Timur, diamankan pihak pengamanan bandara dan anggota Polsek Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar, karena mengaku membawa bom pada Minggu sekitar pukul 15.00 Wita.

Kepala Polsek Bandara Hasanuddin Inspektur Satu (Iptu) Muhammad Djafar menjelaskan, Cahyo bersama dua rekannya hendak pulang ke Denpasar dengan menumpang pesawat Lion Air bernomor penerbangan 645. Saat melalui alat pemindai, Cahyo mengaku membawa bom.

“Cahyo bergurau membawa bom saat diperiksa petugas. Dia pun langsung diamankan. Begitu pula 7 koli barang bawaannya yang telah dimasukkan ke pesawat, (semua) disita. Petugas pun langsung memeriksa kembali semua penumpang dan bagasi pesawat,” katanya.

(ril/pojoksatu)