Pengeboran Lapindo Brantas Dijaga Ratusan Aparat

Ilustrasi

POJOKSATU.id, SURABAYA – Ratusan aparat keamanan bersenjata disiagakan untuk mengantisipasi protes warga atas aktifitas persiapan pengeboran di sumur gas Lapindo Brantas Inc, di Porong Sidoarjo, Jawa Timur.

Setiap hari, ada 254 personel TNI dan Polri yang diterjunkan Kodim Sidoarjo, Polres Sidoarjo dan Polda Jatim menjaga lokasi tersebut.

“Mereka bertugas mengamankan dari pagi hingga petang,” kata¬† Kepala Bagian Operasional Polres Sidoarjo Kompol Edy Santosa, Jumat (8/1/2016).

Ratusan aparat keamanan tersebut disebar di lokasi sumur gas di perbatasan Desa Kedungbanteng dan Banjarasri Kecamatan Tanggulangin serta di jalur sepanjang pintu masuk dan keluar lokasi pengeboran.


Selain mengamankan lalu lalang kendaraan pasir batu untuk menguruk lokasi pengeboran, petugas juga bertugas mengantisipasi protes warga agar tidak mengganggu jalannya persiapan pengeboran.

“Meski sudah dikomunikasikan dengan warga, namun potensi itu masih ada,” kata Edy.

Kepala humas Lapindo Brantas, Arief Setya Widodo, mengatakan, saat ini pihaknya masih melakukan tahap pengurukan atau drill site preparation (DSP), sebelum nantinya pada awal Maret 2016 akan dilakukan aktivitas pengeboran.

Proyek yang letaknya 2,5 kilometer dari pusat semburan gas dan lumpur Porong itu, memakan lahan seluas 4000 meter persegi, dengan lahan yang sudah dibebaskan seluas satu hektar.

Dari sumur tersebut, Lapindo menargetkan 5 MMSCFD (million standard cubic feet per day) atau 5 juta standar kaki kubik per hari.

(ril/pojoksatu)