Harga BBM Turun, Pengusaha Merasa Rugi

harga bbm turun
Ilustrasi

POJOKSATU.id, JAKARTA – Permerintah resmi menurunkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) yang berlaku mulai 5 Januari 2016 mendatang. Namun sejumlah pengusaha SPBU merasa rugi karena keputusan itu datang di waktu yang tidak tepat.

Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas) menilai pengusaha akan berusaha memurunkan stok jika harga BBM diturunkan. Sedangkan konsumsi BBM pada akhir hingga awal tahun dipastikan meningkat.

“Kalau harganya mau turun, mana ada pengusaha yang mau rugi, mestinya menurunkan stok, bukan menambah stok,” kata Ketua Dewan Pimpinan Cabang Hiswana Migas Banyumas Anas Pribadi, Kamis (24/12/2015).

Sementara Anggota Komisi XI Fraksi Partai Golkar, Misbakhun, mengapresiasi langkah yang diambil pemerintah menurunkan harga BBM karena memicu daya beli masyarakat.


“Saya mengapresiasi langkah pemerintah terkait penurunan harga BBM tersebut sebagai sebuah langkah politik yang berani dan berpihak pada rakyat kecil,” ujarnya.

Seperti diketahui BBM jenis premium turun jadi Rp 7.150 per liter sedangkan menjadi solar turun menjadi Rp 5.950 per liter.

(res/pojoksatu)