Ini Kata Kemenhub Soal Pilot Lion Air Kepergok Nyabu

Maskapai Lion Air
Maskapai Lion Air

POJOKSATU.id, JAKARTA – Pihak Kemenhub mengaku sudah mengetahui adanya pilot dan kru kabin yang tertangkap Badan Narkotika Nasional (BNN) sedang berpesta narkoba. Namun belum mengetahui pilot dan dua kru tersebut bertugas di maskapai mana.

“Jadi terkait penggunaan narkoba yang digunakan oleh cabin crew dan cockpit crew, tapi saya juga belum tahu maskapai apa ini karena saya belum dapat laporannya dari BNN. Saya akan minta kepada BNN untuk data-datanya seperti apa, namanya siapa, tentunya itu pelanggaran kalau dia itu kru, ya kita cabut lisensinya,” jelas Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Suprasetyo di Gedung Kemenhub, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Selasa (22/12/2015).

Ditanya mengenai sanksi yang akan menimpa pilot tersebut, Suprasetyo menjawab: “Kita tegur saja (maskapainya). Kalau (pilot) sudah dicabut lisensinya, dia tidak bisa terbang. Tentu yang bersangkutan juga akan dipecat oleh perusahaan. Kepada maskapai juga sudah kita peringatkan agar lebih mengetatkan pengawasan kepada krunya.”

Menurutnya, sejauh ini Kemenhub sudah menetapkan prosedur tes urine pada kru pesawat sebelum terbang di beberapa bandara internasional seperti di Medan, Jakarta, Yogyakarta, Surabaya, Bali, Makassar, Manado, dan Jayapura.


“Beberapa ada yang kita temukan, jadi kita cek lagi, diindikasikan, dan kita cek lagi sampai kita cek rambutnya. Kalau itu benar ya kita cabut lagi, karena masih banyak pilot yang lain,” tegas Suprasetyo.

Seperti diketahui, Selasa siang tadi, Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Budi Waseso (Buwas) mengatakan, pihaknya menangkap seorang pilot, pramugari dan pramugara dan seoranf rumah tangga tengah asyik mengisap sabu-sabu di sebuah apartemen di wilayah Tangerang Selatan, Banten.

Tiga orang disebutkannya kru maskapai Lion Air sementara satu diantaranya seorang ibu muda.

“ESA (34) pekerjaan pilot, MT (23 pramugara), SR (20) pramugari, NM (33) ibu rumah tangga,” kata Buwas di Kantor BNN, Cawang, Jakarta, Selasa (22/12/2015).

(ril/pojoksatu)