Polisi Hentikan Penyidikan Kasus KRL vs Metro Mini, Ini Alasannya

KRL Tabrak Metro Mini. Foto Twitter TMC Polda Metro Jaya
Polisi melakukan identifikasi di lokasi tabrakan KRL dan Metro Mini. Foto Twitter Polda Metro Jaya.

POJOKSATU.id, JAKARTA – Kepolisan Daerah Metro Jaya menghentikan penyidikan terhadap perkara kecelakaan maut antara Metromini B80 jurusan Kalideres-Jembatan Lima dan kereta rel listrik (KRL) jurusan Jatinegara-Angke, di pelintasan kereta Jalan Pangeran Tubagus Angke, Jakarta Barat, Minggu (6/12/2015).

Alasan polisi, pihak yang diduga kuat sebagai tersangka yakni, Asmadi, sopir metromini, meninggal dunia.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes M. Iqbal mengatakan, dari semua keterangan saksi di tempat kejadian perkara dan tanda luka korban, bisa dipastikan dugaan kuat tersangka adalah pengemudi yang juga meninggal dunia dalam peristiwa ini.

“Maka dari itu jika tersangka meninggal dunia, maka seluruh kasus pidana akan dihentikan sesuai pasal 77 KUHP,” ujar Iqbal dalam jumpa pers di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Jakarta Pusat.


Meski demikian, Iqbal menyebutkan pemberkasan tetap akan dilengkapi, meski proses hukumnya dihentikan karena tersangka pengemudi meninggal dunia.

Polda Metro Jaya kata Iqbal, tetap akan memberikan masukan kepada otoritas terkait. “Kami akan terus lakukan saran perbaikan,” tegas mantan Kapolres Metropolitan Jakarta Utara ini.

Misalnya, dari sisi transportasi soal sistem kelaikan jalan bus, rekrutmen pengemudi, sistem keamanan palang pintu yang ada di setiap pelintasan.

(boy/jpnn/ril)