Medan Sulit, Anggota TNI yang Tewas di Poso Dievakuasi Pakai Helikopter

Truk TNI Masuk jurang.
Evakuasi truk kostrad TNI dalam kecelakaan maut di Poso, Minggu (14/11/2015). | Foto: Pojoksulsel.com

POJOKSATU.id, PALU – Kondisi medan yang sulit membuat proses evakuasi anggota TNI, Satgas Camar Maleo Serka Sainuddin (32) sedikit memakan waktu. Jenazahnya dievakuasi dengan helikopter, setelah dipastikan tewas dalam kontak senjata dengan Orang tak Dikenal (OTK) di Posos Sulawesi Tengah.

Menurut Kabid Humas Polda Sulselbar Kombes Pol Frans Barung Mangera, Serka Sainuddin tewas dalam baku tembak di Dusun Gayatri, Desa Maranda, Kecamatan Poso Pesisir Utara, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah (Sulteng), Minggu (29/11/2015) pukul 09.30 Wita. Dua tim emergency darat dan satu tim mobilisasi udara yakni helikopter Penerbad langsung dikirim untuk mengevakuasi jenazah.

Jenazah baru bisa dievakuasi pukul 16.00 Wita dengan helikopter. Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) VII Wirabuana Kolonel Inf I Made Sutia juga membenarkan peristiwa ini saat dikonfirmasi.

Tak lama kemudian, sekitar pukul 16.45 Wita, helikopter yang mengevakusi korban mendarat di markas Yonif 711 Reksatama Palu. Jenazah kemudian dibawa ke RS Bhayangkara Polda Sulteng untuk dilakukan visum.


Jenazah anggota Batalyon 712 Wiratama, Manado, Sulawesi Utara, diketahui mengalami luka tembak pada punggung atas kanan (skavula). Proyektil masih bersarang di tempat tersebut.

Setelah divisum dan dibersihkan, jenazah Serka Sainuddin diterbangkan dengan pesawat komersil ke Sulawesi Selatan untuk disemayamkan.

Seperti diketahui, sampai saat ini, TNI masih terus melakukan operasi di wilayah Kabupaten Poso Sulawesi Tengah untuk menumpas gerombolan teroris pimpinan Santoso. Sejauh ini, sejumlah teror dilakukan kelompok tersebut yang menyebabkan beberapa anggota TNI tewas dan warga di wilayah tetangga, Kabupaten Parigi Moutong.

(ril/pojoksatu)