Kronologi Bentrok TNI vs Polri di Lubuklinggau

begal Makassar
ilustrasi

POJOKSATU.id, JAKARTA – Kapolres Muara Enim, Sumsel AKBP Nuryanto membeberkan kronologi bentrok TNI vs Polri di Lubuklinggau, Jumat malam (13/11/2015). Bentrokan tersebut melukai dua perajurit TNI.

Bentrokan tersebut berawal dari laporan adanya warga yang diculik. Rupanya, para pelaku penculikan itu diduga diback-up oleh dua oknum anggota TNI. Keduanya adalah Kapten Edy Sutrisno (43) dan Serda Deden (33), anggota Kodam II Siliwangi.

Menurut Kapolres, pihaknya menerima laporan laporan penculikan atas naman Hedianto alias Anto (41), warga Muara Enim pada 12 November. Anto adalah petani warga Desa Pagar Dewa, Kecamatan Benakat, Kabupaten Muara Enim.

Setelah Anto diculik, para pelaku menelpon istrinya untuk mentransfer uang Rp 10 juta melalui rekening BRI dengan nama Suwandi. Istri korban juga diberitahu bahwa suaminya sudah dibawa ke Kabupaten Linggau.


Keluarga Anto semakin gelisah. Mereka lalu melaporkan penculikan itu ke Polres Muara Enim. Pasalnya, pelaku penculikan mengancam akan membunuh korban.

“Istri korban bernama Sainan ditelepon. Katanya kalau suaminya dua hari ini tidak diurus akan dibunuh,” ujar Nuryanto.

Nuryanto menambahkan, keluarga korban kemudian mencoba menemui pelaku di Linggau. Para penculik mengancam agar istri korban tidak membawa polisi.

Penculik dan korban akhirnya janjian untuk bertemu di Hotel Wijaya di Linggau. Penculik mengatakan, istri korban akan ditemui dua anggota TNI berpakaian dinas di hotel tersebut. Namun, tak lama janji itu dibatalkan pelaku.

Mengetahui pelaku penculikan bersama dengan oknum anggota TNI, aparat Polres Lubuklinggau berkoordinasi dengan Sub Denpom. Saat itu, pihak Denpom meminta untuk memastikan kebenaran dua oknum anggota TNI tersebut.

“Tim kita melaporkan masalah ini. Waktu itu pihak Sub Dempom meminta supaya dipastikan dulu apa benar dua orang yang dimaksud itu benar-benar anggota TNI,” tambah Nuryanto.

Gagal bertemu di hotel, pelaku meminta istri korban bertemu di RM Simpang Raya. Para pelaku datang di TKP dengan menggunakan mobil Rush Warna Hitam.

Setelah memastikan mobil itu milik para pelaku, polisi langsung bergerak dan menembak pelaku di dalam mobil. Aksi saling tembak pun terjadi.

Dua orang di dalam mobil tertembak. Belakangan diketahui jika dua orang tersebut adalah oknum anggota TNI.

“Mereka mengaku anggota Den Intel Kodam Siliwangi. Mengetahui hal itu langsung tim kita menyelamatkan untuk membawa ke rumah sakit Siti Aisiah di Linggau,” imbuh Nuryanto.

Setelah tim Polres Muara Enim dan Linggau membawa ke rumah sakit, keributan kembali terjadi. Sejumlah oknum TNI mengamuk dan memukuli Kasat Reskrim Polres Linggau. Bahkan, kaki Kasat Reskrim juga ditembak.

(one/pojoksatu)