Hantu Mata Satu Teror Dua Desa di Bekasi, Ini Kesaksian Pak Kades

ilustrasi

POJOKSATU.id, BEKASI – Isu hantu mata satu menggegerkan warga Bekasi Jawa Barat. Hantu mata satu dikabarkan meneror warga dua desa di Bekasi, yakni Desa Srijaya dan Srimukti Tambun Utara.

Ciri-ciri makhluk tersebut, yakni berbadan besar, bertaring serta memiliki satu mata di jidat. Karenanya, penampakan itu disebut hantu bermata satu.

Menurut keterangan warga sekitar, hantu mata satu mulai menampakkan diri sejak Idul Adha. Penampakan hantu tersebut membuat warga resah.

Bahkan, kabar yang diterima warga dari mulut ke mulut, sudah sudah ada 5 korban meninggal akibat teror hantu mata satu tersebut. Setiap korbannya mengeluarkan busa di mulut.


Hantu itu juga kerap memancing korban dengan cara menghipnotis lalu membawanya ke tempat sepi. Setelah sadar, tubuh korban sudah dalam keadaan lebam di sekujur tubuh.

Warga menduga hantu tersebut adalah praktek pesugihan. Berasal dari keterangan paranormal, hantu itu bertugas mencari tumbal. Untuk mengantisipasi bertambahnya korban, warga melakukan ronda malam.

Mengetahui warganya ramai membicarakan sosok hantu mata satu, Kepala Desa Srijaya, Drahim Sada angkat suara. Ia berusaha menenangkan warganya aga tidak panik.

Drahim Sada mengatakan, kabar itu hanyalah isu bullshit yang yang tidak pernah ada. Drahim sangat menyayangkan isu tersebut beredar luas hingga menyebabkan warganya ketakutan.

“Boong itu. Itu lagu-laguan anak muda aja, Bang. Gue juga waktu muda pernah begitu biar dapet kopi. Biasa, buat anak begadangan,” ujar Drahim seperti dikutif dari GoBekasi.co.id (grup pojoksatu.id), Selasa (3/11).

Ia menuturkan Kampung Gabus yang dikenal dengan Kampung Para Jawara sudah menjadi kota santri dan jauh dari hal-hal seperti itu.

“Ini mah wisata mistis tahunan aja bikinan orang terus dikait-kaitin, tahun kemaren leak, tahun ini mata satu, nanti tahun depan Lurah Drahim mau ciptain orang tinggi gede pake pangsi,” tukasnya seraya tertawa.

Ia mengimbau masyarakat jangan mudah percaya hal-hal tersebut. Gabus yang dipimpinnya sudah jauh dari hal seperti itu. “Gak usah dibesar-besarin, Gabus ini udah enak,” jelasnya.

(gobekasi/dam/gob)