Polisi Masih Selidiki Tewasnya Orang Terbakar di GBK

Demo buruh, penetapan umk, buruh indonesia, serikat pekerja
ilustrasi demo buruh menuntut kenaikan UMK

Gaji Buruh Ingin Setara PNS

POJOKSATU – Kepolisian masih melakukan penyelidikan kasus tewasnya Sebastian Manufuti, pria yang jatuh dari atap Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Tanah Abang, Jakarta Pusat, pada perayaan May Day, Jumat (1/5) lalu.

“Kasus kematiannya masih dalam penyelidikan kami,” ujar Pjs Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Budi Widjanarko, seperti dilansir RMOLJakarta (Grup Pojoksatu.id), Minggu (3/5).

Dikatakan Budi, korban jatuh dari atap Gelora Bung Karno pada saat pelaksanaan May Day sekitar pukul 16.47 WIB, Jumat (1/5).


“Kronologinya, pada saat penyanyi Ahmad Dhani bernyanyi di atas panggung, tiba-tiba dari atap GBK jatuh seorang laki-laki yang terlilit kain hitam dengan api membakar sekujur tubuh di antara sektor 24 dan sektor 1, persisnya di atas Tribun VVIP Barat,” ungkapnya.

Ia menyampaikan, korban jatuh mengenai tenda bagian belakang dan terus meluncur ke bawah panggung belakang atau sebelah kiri tangga panggung, di belakang pemain drum.

“Ciri-ciri korban berusia sekitar 45 tahun, menggunakan kaos warna hitam dan celana panjang,” katanya.

Ia menyampaikan, sudah ada lima saksi yang diperiksa penyidik, diantaranya, Wahyu Wahyu Tri Hardono (36) kru musik; Dwi Lestarianto (42) kru musik; dan Didin Ruhyat (42) kru musik.

“Selain itu, Ibu Endang, Koordinator Pelaksana Acara (dari pihak buruh) dan Firmansyah, bagian teknisi lIstrik serta lapangan GBK,” ujarnya.

Polisi menemukan barang bukti, diantaranya empat stiker May Day, spanduk KSPSI yang bertuliskan FSPMI dari PT Tirta Alam Segar, empat korek api, satu renteng kunci berisi enam anak kunci, power bank, dua buah kaos oblong warna hitam, satu tas gendong warna hitam, dan satu telepon genggam merk Samsung.

Selain itu ada KTP milik korban atas nama Sebastian Manufuti, alamat Jalan Pulau Sirih Utara Dalam, Pekayon Jaya, Bekasi, ada juga kain hitam, sepasang sepatu warna cokelat muda, botol air mineral ditemukan di sebelah korban (diduga bekas berisi bensin), dan uang tunai pecahan Rp 2.000 sebanyak dua lembar. (zu/rmol/dep)