Cilamaya Batal, JK Siapkan Dua Opsi

Wapres Jusuf Kalla
Wapres Jusuf Kalla
Wapres Jusuf Kalla

POJOKSATU – Empat tahun kontroversi dan tarik ulur terkait rencana pembangunan Pelabuhan Cilamaya di Karawang, Jawa Barat, akhirnya tuntas dalam rapat satu jam saat kunjungan kerja Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) ke Karawang.

JK mengatakan, Indonesia perlu memiliki pelabuhan baru berkapasitas besar untuk mengurangi kepadatan lalu lintas barang di Tanjung Priok yang sudah kelebihan beban. Cilamaya menjadi opsi pelabuhan yang sudah bertahun-tahun direncanakan. “Dengan berbagai pertimbangan, pelabuhan akan kita geser (ke timur) ke Subang atau Indramayu,” ujar JK, saat memimpin rapat di Karawang.

Cilamaya memang memicu kontroversi karena membuat hubungan beberapa kementerian memanas. Kementerian Perhubungan dan Kementerian Perindustrian adalah pihak yang mendukung pembangunan pelabuhan.

Namun, hal itu ditentang Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), SKK Migas, dan Pertamina. Alasannya, wilayah lepas pantai Cilamaya di Pantura merupakan daerah penghasil migas. Akibatnya, bila dibangun pelabuhan, fasilitas produksi migas milik Pertamina harus dibongkar.


Menurut JK, pemerintah masih akan melakukan studi kelayakan untuk menentukan lokasi final pelabuhan, apakah di Subang atau Indramayu. Namun, opsi dua wilayah itu dipilih karena lokasinya masih dekat dengan kawasan industri dan tidak mengganggu produksi migas. Selain itu, infrastruktur jalan raya ke dua wilayah tersebut juga sudah cukup bagus. “Kalau di Cilamaya, butuh tol elevated (jalan layang) 30 kilometer. Kalau Subang juga sama, tapi bisa langsung disambung ke Tol Cikapali,” ucapnya.

Menteri Perhubungan Ignasius Jonan mengatakan, selama ini lalu lintas barang dari kawasan industri di Karawang atau Cikarang harus menempuh 140 kilometer pulang pergi (PP) ke Tanjung Priok dengan segala kemacetannya. Untuk satu truk kontainer, setidaknya butuh 28 liter bahan bakar sehingga dalam satu tahun butuh biaya Rp1,5 triliun bagi seluruh truk kontainer dari kawasan industri. Jika ada pelabuhan baru di Karawang, Subang, atau Indramayu, jaraknya bisa dipangkas separo. (owi/sof/dep)