Lacak Artefak Kawasan Gunung Padang Segera Dilaksanakan

Gunung_PAdang_dalam11 (2)

POJOKSATU – Kegiatan Lacak Artefak Kawasan Gunung Padang akan dilaksanakan pada tanggal 3-5 April 2015 mendatang. Kegiatan ini dilakukan setelah melalui serangkaian persiapan selama hampir tiga bulan.

Persiapan yang dilakukan adalah rapat koordinasi termasuk dengan instansi terkait dan warga setempat, perizinan, pembekalan materi, serta pelatihan di lapangan.

Arkeolog UI yang juga Ketua Masyarakat Arkeologi Indonesia (MARI), Dr. Ali Akbar mengatakan, dangan berbagai upaya itu, kegiatan Lacak Artefak yang akan diikuti 100 peserta ini diharapkan dapat berjalan lancar.


Lacak Artefak adalah kegiatan yang dilaksanakan oleh Masyarakat Arkeologi Indonesia (MARI) dengan konsep baru. Konsep yang dimaksud adalah racikan Public Archaeology and Creative Tourism untuk mengetengahkan The Great Indonesia.

“Peninggalan purbakala diharapkan tidak hanya berguna untuk ilmu dan ilmuwan semata tetapi juga untuk masyarakat setempat dan bangsa Indonesia,” ujar Ali Akbar kepada redaksi, Selasa (31/3).

Kawasan Gunung Padang dipilih sebagai lokasi awal kegiatan karena berdasarkan penelitian intensif selama sekitar 4 tahun terakhir ditemukan berbagai bukti peradaban masa silam. Situs Gunung Padang ternyata merupakan bangunan prasejarah seluas minimal 29,1 hektar. Selain itu, situs ini diduga kuat didukung dan dikelilingi oleh situs-situs lain dalam radius sekitar 5 kilometer dari Situs Gunung Padang. Kawasan inilah yang akan dilacak atau ditelusuri kemungkinan kepurbakalaannya.

Ali Akbar menjelaskan, salah satu targetnya adalah mewujudkan Dark Sky Region yakni area pengamatan benda langit atau bintang di kawasan Gunung Padang.

Lacak Artefak dilaksanakan oleh MARI bekerja sama dengan berbagai elemen dan komunitas seperti Asosiasi Pilot Drone Indonesia (APDI), Bike to Work (b2w), Pramuka, Genkreatif, Majalah Explore, dan Geographical Mountaineering Club UI.

“Kerja sama dengan berbagai pihak akan terus dikembangkan untuk memperoleh hasil yang lebih maksimal,” tukas Ali Akbar yang juga terlibat dalam Tim Terpadu Riset Mandiri (TTRM) Situs Gunung Padang. (rus/rmol/dep)