Jalan Rusak, Sopir Angkum Mogok Jalan

Ilustrasi Jalan Rusak
Ilustrasi  Jalan Rusak
Ilustrasi Jalan Rusak

POJOKSATU – Puluhan angkutan umum (angkum) trayek 03, Senin (30/3) pagi, memilih mogok. Mereka memilih memarkirkan angkumnya di Jalan Gatot Mangkupraja, Desa Nagrak, Cianjur.

Para sopir angkum tersebut memprotes rusaknya infrastruktur jalan di sepanjang jalur yang dilalui trayek 03. Akibatnya, sejumlah spare part kendaraan pun lebih cepat rusak dan harus diganti dibandingkan angkum trayek lainnya.

Komar (54) salah satu sopir angkum 03 mengeluhkan, rusaknya jalan selama ini akibat tidak ada perhatian dari Pemerintah Kabupaten Cianjur. Untuk itu ia bersama puluhan sopir menyampaikan aspirasinya ke pemerintah. “Selama ini pemkab juga diam saja. Yang diurusi cuma kroni-kroninya. Itu bupati macam apa coba,” kecam Komar.

Dia menyatakan, masyarakat di sepanjang jalur trayek 03 selama jangan tinggal diam saja. Masyarakat dengan inisiatif sendiri berusaha untuk memperbaiki rusaknya jalan tersebut dengan menggunakan pasir dan semen. Tapi hal itu tidak bisa bertahan lama. “Ini masyarakat sendiri yang memperbaiki. Tidak ada kepedulian pemerintah,” kecam dia lagi.


Komar menambahkan, dengan lebih seringnya penggantian suku cadang angkum, ia mengaku kerap terbebani dengan biaya operasional yang semakin bertambah setiap waktunya. Apalagi, tambah Komar, harga bahan bakar minyak (BBM) juga baru saja naik.

Dengan keadaan itu, lanjut Komar, pihaknya tidak bisa berbuat banyak. Yang paling ditakutkannya, adalah harus menanggung kerugian karena pihak pemilik angkum tidak mau tahu soal kenaikan biaya operasional, khususnya konsumsi BBM.

“Yang punya angkum kan tidak mau tahu soal-soal begitu. Tahunya ya setiap hari sopir harus setoran. Padahal, suku cadang dan BBM naik,” ungkap dia.

Dikatakan Komar, sejumlah suku cadang kendaraan yang kerap mengalami kerusakan akibat buruknya infrastruktur jalan yakni, ban, roda dan poros roda. Adapun suku cadang, ban, lahar roda, per pegas, poros roda dan lain-lain. “Ban itu sering pecah, Kang. Kan jalannya jelek, jadi ban juga cepat rusak,” ungkap Komar.

Setelah menunggu dan berkumpul beberapa saat, puluhan angkum trayek 03 itu pun lantas bergerak ke gedung dewan untuk mengadukan aspirasi mereka. Di gedung dewan melakukan berbagai orasi mengecam kebokbrokan pemerintahan saat ini.

Mereka kemudian diterima langsung oleh Komisi II dan Komisi III. Di ruangan itu, mereka satu per satu mengungkapkan keluh kesahnya kepada para wakil rakyat. Dari bincang dan tatap muka secara langsung itu, terungkap bahwa rusaknya jalan yang dilalui angkum trayek 03 lebih banyak disebabkan pipa PDAM yang bocor. Jadi, setiap warga melakukan perbaikan, tidak akan bisa bertahan cukup lama.

Untuk itu, Wakil Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Cianjur, M Herry Wiryawan, bakal menampung seluruh aspirasi berkenaan dengan kinerja PDAM yang dinilai acuh terhadap kondisi instalasi jaringan pipa yang dimilikinya.

“Nanti kami akan panggil PDAM agar bisa merembugkan hal ini. Selain itu, agar juga bisa menjadi bahan evaluasi masing-masing. Sedangkan berkenaan dengan infrakstruktur, akan ditangani langsung oleh Komisi III,” tukas Herry di hadapan seluruh sopir angkum yang hadir dalam pertemuan itu.

Sementara, anggota Komisi III, Sahli Saidi, berjanji bakal juga turut memanggil Dinas Binamarga Kabupaten Cianjur untuk secepatnya merespon hal ini dan memperbaiki kondisi jalan-jalan di Cianjur yang rusak parah.
“Saya tunggu dan ajukan suratnya kepada saya. Nanti kalau surat itu sudah diajukan, kami akan panggil Binamarga untuk mendiskusikan soal ini. Masyarakat tidak usah demo-demo segala. Silahkan buat surat dan proposalnya terus ajukan ke Komisi III, biar kami yang maju,” tegas dia.(ruh/dep)