Kisah Suami Minta Cerai karena Istri dan Anak Kompak Suka Miras

Ilustrasi
ilustrasi
ilustrasi

POJOKSATU.id, SURABAYA- Seorang suami idealnya bisa menjaga dan mengawasi istri dan anaknya. Jika tidak, mereka akan bernasib seperti Donwori, 46. Karena terlalu sibuk cari uang, istrinya, Sephia, 44 dan putri pertamanya, Mira, suka dugem dan pesta miras di rumah.

Kebiasaan Sephia dan Mira berfoya-foya itu dilakukan kala Donwori (sebut saja begitu) tidak berada di rumah. Maklum, sebagai ang
gota KPU (komisi pemilihan umum) dan pengusaha kertas, Donwori ini terbilang super sibuk.

Dia sering bolak- balik ke Jakarta untuk melakukan koordinasi mengenai pemilihan kepala daerah. Donwori juga harus melakukan perjalanan bisnis ke luar negeri. Seperti, ke Singapura, Malaysia, dan Tiongkok.

Aktivitas itu terkadang harus dilakukan sampai dua minggu tanpa pulang ke rumahnya yang berada di kawasan Dharmahusada.


Nah, saat Donwori tidak berada di rumah itulah, Sephia dan Mira melaksanakan aksi menghambur-hamburkan uang

Saya tidak menyangka bahwa istri dan anak saya mengkhianati kepercayaan saya,” kata Donwori sembari geleng-geleng.

Karena merasa dikhianati, bapak dua anak ini memutuskan untuk menalak cerai Sephia di Pengadilan Agama (PA), Jalan Ketintang Madya, pada akhir Desember 2014. Namun, tak mudah bagi Donwori untuk berpisah dengan Sephia. Pasalnya, saat sidang berlangsung, majelis hakim justru menyalahkan Donwori atas perilaku istri dan anaknya.

Donwori dianggap tidak bisa melakukan kontrol terhadap keduanya. Sebab, kebiasaan ibu dan anak itu sudah dilakukan selama lima tahun terakhir. Saat itu, Mira masih berusia 15 tahun. Itu artinya Mira telah mengenal dunia hitam ketika dia masih duduk di bangku SMP.

”Saya tahunya baru tahun lalu. Saya diberi tahu pembantu. Pembantu terpaksa memberi tahu saya. Sebab, dia sering lihat ibu (Sephia, Red) dan Mira teler di kamar mandi,” jelasnya.

Awalnya, Donwori tidak percaya dengan perkataan pembantunya itu. Sebab, ketika berada di rumah, Sephia dan Mira berperilaku baik. Mira bahkan sekolah di SMA berbasis agama yang kuat.

Menurut Donwori, selain hobi dugem dan pesta miras di rumah, Sephia juga memberi jatah uang rokok dan minuman sebesar Rp 2 juta per bulan kepada anak perempuannya itu.

Sehingga, kebiasaan buruk Mira melebihi Sephia. Bahkan, kebiasaan buruk Mira hendak beralih ke barang terlarang, yakni  narkoba.

”Saya takut anak saya masuk penjara,” keluhnya.

Yang membuat Donwori kesal dan marah hingga memutuskan untuk bercerai karena Sephia menyalahkannya. ”Saya dituduh cuma memikirkan uang. Aku kan ndak salah apa apa,” elaknya. (radar surabaya/ps/kan)