131 TKI Terjerat Narkoba dan Terancam Hukuman Mati

Ilustrasi

Ilustrasi Hukuman Mati

POJOKSATU – Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI mencatat, kasus hukuman mati Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang berada d iluar negeri, bukan hanya disebabkan oleh tingginya kesalahan pekerja rumah tangga (PRT), tapi juga oleh Narkoba.

“Per 28 Februari 2015 data akibat narkoba malah lebih tinggi capai 131 TKI yang alami tuntutan hukuman mati, itu bukan terjadi di Arab Saudi, tapi di negara tetangga kita Malaysia,” kata Kasubdit Repatriasi dan Bantuan Sosial Kemenlu, M Aji Surya saat bertandang ke dapur Redaksi Radar Cianjur (Grup Pojoksatu.id).

Menurut catatanya, hingga 28 Februari 2015 ini terdapat 229 orang TKI tengah diproses hukuman mati di Luar Negeri. “Mereka sudah tak bisa diupayakan lagi, karena semua tahapan di pengadilan sudah dilakukan dan hakim sudah memutuskan bersalah,” papar Pimpinan Redaksi Majalah Peduli Kemenlu ini.


Dijelaskannya, Malaysia sendiri merupakan negara yang mengakui dan menerapkan hukuman mati mengenai empat kesalahan yaitu, narkoba, pembunuhan, penculikan dan kepemilikan senjata api.

“Jika dicermati dari data 67 persen WNI yang terancam hukuman mati di Malaysia karena terlibat kasus narkoba. Dan sangat beragam mulai dari yang benar-benar innocent carier sampai yang jelas terbukti membawa narkoba ke negeri Jiran, beratnya mulai dari 200 gram hingga 240 kg dari sejumlah negara di Asia,” paparnya.

Secara general, TKI yang ada di luar negeri tengah dalam tuntutan hukuman mati paling banyak adalah wanita sebagai kurir atau pengantar narkoba. “Modusnya seperti titip tas yang isinya pakaian lalu dia akan bilang nanti di sana kita fasilitasi semuanya, dan orang galau itu lebih mudah diiming-imingi sesuatu, satu kali dua kali sukses tapi ketiga langsung diringkus,” jelasnya.(cr1/dep)