Razia Geng Motor, Tiap Pengendara Didenda Rp 200 Ribu

Geng Motor/ilustrasi
GENG MOTOR
GENG MOTOR

POJOKSATU – Sebanyak 20 terdakwa kasus Tindak Pidana Ringan (Tipiring) diwajibkan membayar denda Rp 200 ribu saat sidang di Pengadilan Negeri Batam, Jumat (27/3) pagi. Denda itu lebih tinggi dibandingkan pelanggar lainnya yang hanya diwajibkan membayar Rp 100 ribu.

Pimpinan sidang hakim Budiman mengatakan denda lebih tinggi itu sengaja dibebankan kepada 20 pelanggar karena diduga terlibat geng motor. Dimana ke 20 pelanggar tersebut terjaring razia jajaran Polresta Barelang dalam operasi cipta kondisi untuk memberantas geng motor.

“Undang-undang geng motor memang tak ada. Namun disurat tilang lalu lintas, polisi memberi tanda kalau mereka diduga terlibat geng motor. Makanya saya jatuhi denda lebih tinggi, meski kesalahan mereka hampir sama dengan pelanggar lainnya (tak punya SIM atau surat kendaraan lainnya),” kata Budiman.

Menurut dia, dipersidangan dirinya hanya bisa menasehati pelanggar agar menghindari kumpul-kumpul dijalanan. Sebab, polisi tengah gencar memberantas geng motor dijalanan yang kian meresahkan. Ia juga berjanji akan memberi denda atau hukuman lebih tinggi jika pelanggar tersebut kembali terjaring razia geng motor.


“Saya tak segan-segan memberi hukuman lebih tinggi. Jadi saya berpesan kepada mereka agar tak kembali melakukan kesalahan yang sama. Kalau malam lebih baik berdiam dan kumpul di rumah, daripada jalanan,” sebut Budiman.

Budiman mengaku, dari 20 pelanggar yang didenda Rp 200 ribu, dua orang diantaranya ada yang protes. Mereka mengaku bukan geng motor. Namun mereka tertangkap saat baru pulang kerja dan melaju di jalan raya berbarengan dengan sekumpulan anak-anak motor. (she/dep)