Pukul Pimpinan, Karyawan Restauran Dibui

ilustrasi
ilustrasi
ilustrasi

POJOKSATU – Puluhan karyawan Restauran Magadir Desa Sukanagalih, Kecamatan Pacet, untuk sementara berhenti bekerja. Menyusul penahanan salah seorang rekannya oleh pihak kepolisian atas dugaan tindak kekerasan terhadap pimpinan.

“Kami mengharapkan ada kebijakan dari pimpinan restoran yang menjadi korban untuk mencabut laporannya. Kami harapkan rekan kami bisa dibebaskan,” tutur salah seorang karyawan usai menggelar forum bersama pimpinan Restauran Magadir, kemarin (26/3).

Dikatakannya, sebagai bentuk solidaritas dan sebelum ada kepastian pembebasan. Sekitar 50 karyawan Restoran Magadir untuk sementara tidak bekerja. “Kami merasa iba terhadap rekan kami yang sedang ditahan,” katanya.

Selain menuntut pencabutan laporan, lanjutnya, pihaknya mengharapkan ada peningkatan kesejahteraan bagi para karyawan, karena sampai saat ini masih ada karyawan yang digaji di bawah UMK Kabupaten Cianjur.


“Disini (Restauran Magadir) karyawan yang ijin tidak masuk dipotong gajinya Rp 50 ribu. Sedangkan ijin pada hari libur dipotong Rp100 ribu. Kami ingin keadilan,” tandasnya.

Pengelola Restauran Magadir Rani menjelaskan, salah seorang karyawan telah diamankan di kantor kepolisian, karena telah melakukan aksi pemukulan kepada salah seorang pimpinan Restauran Magadir.

“Pimpinan kami dipukul dibagian muka dekat mata dan dicekik. Jadi proses hukum ya tetap berjalan, Lebih jelasnya itu kebijakan dari pimpinan kami yang menjadi korban, apakah mencabut laporannya atau tidak,” jelasnya.

Menurutnya, para karyawan diharapkan bisa bersabar terlebih dahulu, karena suasana masih belum kondusif sementara restauran diliburkan dulu.

“Masalah gaji, sudah di atas Rp1 juta bagi yang sudah bekerja di atas tiga bulan. Sedangkan sebelum tiga bulan masih training,” terangnya.

Ditambahkannya, terkait peraturan pemotongan gaji bagi karyawan yang izin tidak masuk. Pemilik dan pengelola restauran akan mengaturnya kembali. “Kemungkinan kebijakan itu dihapus, kami ini sudah seperti keluarga jadi seharusnya hal ini bisa diselesaikan dengan duduk bersama,” ungkapnya.

Kaur Trantib Desa Sukanagalih Mahfud menambahkan, pasca penangkapan salah seorang karyawan, para karyawan lainnya untuk sementara ditenangkan terlebih dahulu.

“Kami harapkan jangan ada kesalahpahaman dan diharapkan bisa menyelesaikan secara kekeluargaan,” harapnya.(fhn/dep)