Mantan Pimpinan ISIS Segera Disidang

Mantan Presiden ISIS Indonesia Chep Hermawan
Mantan Presiden ISIS Indonesia Chep Hermawan
Chep Hermawan
Chep Hermawan

POJOKSATU – Berkas perkara kasus yang menimpa mantan pimpinan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) Regional Indonesia, yang juga Ketua DPP Gerakan Reformis Islam (GARIS) Chep Hernawan, mulai dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Cianjur, Kamis (26/3). Chep pun kini ditahan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) II B Cianjur.

Kepala Kejari Cianjur, Wahyudi, melalui Kasi Pidum Kejari Cianjur, Marolop Pandiangan, mengatakan, berkas perkara hasil penyidikan dari Polres Cianjur telah dinyatakan lengkap. Tersangka dan barang bukti pun telah diserahkan Polres Cianjur kepada Kejari Cianjur.

“Setelah dinyatakan berkas perkara lengkap, proses hukum memasuki tahap dua dan sudah kami laksanakan. Dalam waktu yang singkat akan kami limpahkan lagi ke pengadilan,” ujar Marolop kepada awak media di kantor Kejari Cianjur, Kamis (26/3).
Marolop mengaku, perkara yang menimpa Chep itu akan segera disidangkan. Namun, ia belum memastikan jadwal pasti persidangan yang akan dijalani Chep. Menurutnya hal tersebut merupakan wewenang Pengadilan Negeri (PN) Cianjur yang akan menyidangkan kasus Chep tersebut.

Sesuai berkas perkara penyidikan polisi, Chep dijerat Pasal 378 KUHPidana tentang penipuan atau Pasal 372 KUHPidana tentang penggelapan. Dengan pasal tersebut, Chep terancan hukuman penjara paling lama empat tahun.


“Untuk sementara, penahanan kami lakukan selama 20 hari. Kalau masih diperlukan bisa diperpanjang juga, melihat kebutuhan nanti,” ujar Marolop.

Ditanya apakah pihak penasihat hukum Chep Hernawan sudah mengajukan permohonan penangguhan penahanan, Marolop memastikan belum menerima surat itu. Namun, Marolop menegaskan, bahwa pengajuan penangguhan penahanan itu adalah menjadi hak baik dari Chep, penasehat hukum maupun dari penasehat hukumnya.

“Mengenai penangguhan penahanan, itu menjadi hak tersangka terdakwa. Yang bersangkutan bisa mengajukan hal tersebut kepada kami. Tapi sampai saat ini kami belum menerima surat permohonan penangguhan penahanan dimaksud,” terang Marolop.

Sementara, Chep terlihat begitu tenang ketika keluar dari kantor Kejari Cianjur. Dengan gaya khasnya, ia memakai jubah putih dan surban putih. Berjalan didampingi sejumlah pengacaranya, ia masuk ke dalam mobil tahanan yang sudah siap membawanya ke Lapas II B Cianjur.

“Dugaan penipuan itu tidak pernah ada dan nilainya itu kecil,” kata Chep yang merasa yakin sangkaan yang diberikan kepadanya hanya mengada-ada sembari terus berjalan ke mobil tahanan.

Meski begitu, Chep tetap akan menghormati proses hukum yang telah berjalan. Ia pun akan menempuh sejumlah upaya hukum mengenai kasus yang menjeratnya. “Kita lihat saja nanti. Saat ini kami tetap mengikuti proses hukum yang sudah jalan,” kata Chep singkat.

Hal senada juga dikatakan pengacara Chep, yakni Aep Lukmanul Hakim, yang mengaku pihaknya akan mengawal proses hukum yang akan berjalan nanti di PN Cianjur.

“Memang kang haji dijerat Pasal 378 atau Pasal 372 tapi kami yakin ada unsur lain di balik itu, yaitu permasalahan pernyataan beliau sebelumnya. Sebab, permasalahan ini tidak harus dipidanakan karena kami selalu beritikad baik. Bahkan kami sempat meminta penyidik untuk menjembatani tapi pelapor tidak ada respon,” ujar Aep.

Ditanya tentang penangguhan penahanan, Aep mengaku, pihaknya tengah memprosesnya ke Kejari Cianjur. Terlepas dari itu, berdasarkan informasi yang diterimanya, Chep akan segera disidangkan dalam waktu dekat ini. “Bocorannya seminggu lagi sudah disidangkan. Tapi tetap kami akan memproses penangguhan penahanan,” kata Aep.(ruh/dep)