Latihan Gabungan TNI, Tiga Desa di Poso Dikosongkan

Ilustrasi TNI
Ilustrasi TNI
Ilustrasi TNI

POJOKSATU – Tiga Desa di wilayah Kecamatan Poso Pesisir Kabupaten Poso Provinsi Sulawesi Tengah akan dikosongkan sehubungan hendak berlangsung latihan perang Pasukan Pemukul Reaksi Cepat (PPRC) gabungan TNI pada 30-31 Maret di kawasan hutan Gunung Biru Dusun Tamanjeka Kecamatan Poso Pesisir.

Latihan ini akan dipimpin langsung oleh Panglima TNI Jenderal TNI Moeldoko didampingi tiga Kepala Staf TNI AD, Kepala Staf TNI AL dan Kepala Staf TNI AU. Mereka akan tiba di Poso, Senin (30/3).

Lokasi latihan ini cukup dikenal sebagai basis persembunyian kelompok teroris Santoso alias Abu Wardah dan Daeng Koro yang mendeklarasikan kelompoknya sebagai ISIS di wilayah Kabupaten Poso.

Komndan Kodim 1307 Poso Letkol Inf Eron Firmansyah kepada wartawan menyatakan mulai Senin (31/3) tiga Desa di Wilayah Kecamatan Poso Pesisir akan dikosongkan dari penduduknya sehari sebelum latihan dilakukan.


“Kita kosongkan tiga desa di wilayah Kecamatan Poso Pesisir itu guna menghindari warganya dari dampak adanya latihan perang, apalagi pelaksanaan perang menggunakan persenjataan berat” kata Letkol Inf Eron Firmansyah, Jumat (27/3).

Tiga desa yang akan dikosongkan dari penduduknya yakni Dusun Tamajeka Desa Masani, Desa Ueralu dan Desa Sapatuo. Bahkan sejumlah penduduk yang diungsikan akan mendapatkan perlindungan dan bantuan jaminan hidup dari TNI.

Selama dikosongkan tiga desa ini akan diduduki pasukan latihan gabungan TNI dari Kodim 1307 Poso dan Batalyon 714 Sintuvu Maroso untuk menjaga keamanan di tiga desa tersebut.

Menurut Letkol Inf Eron Firmasyah, pengosongan tiga desa di Kecamatan Poso Pesisir hanya berlangsung dua hari mulai Senin (30/3) hingga Selasa (31/3) dan latihan hanya dilakukan pada malam hari.

“Latihan perang gabungan TNI ini akan dilakukan selama dua hari, setelah itu penduduk boleh balik ke rumahnya masing-masing. Warga perlu mengetahui keberadaan pasukan elit TNI masing-masing Kopasus, Kopaska, Marinir,Kopskhasau tidak hanya latihan perang tetapi juga melakukan bhakti sosial,” tukas Letkol Inf Eron Firmansyah. (rus/rmol/dep)